Panduan Lengkap: Tata Cara Tarawih 11 Rakaat Sesuai Sunnah

Shopsmart.co.id – Bulan Ramadhan adalah momen yang penuh berkah, di mana setiap umat Muslim berlomba-lomba meningkatkan ibadah untuk meraih pahala dan ampunan. Salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan adalah shalat Tarawih, sebuah shalat malam yang hanya dilaksanakan selama bulan suci ini.

Read More

Meski terdapat beberapa variasi jumlah rakaat, tata cara Tarawih 11 rakaat merupakan salah satu praktik yang banyak diikuti, merujuk pada kebiasaan Rasulullah SAW. Artikel ini akan menjelaskan secara komprehensif panduan melaksanakan shalat Tarawih 11 rakaat, lengkap dengan niat dan doanya, agar ibadah Anda semakin sempurna dan diterima Allah SWT.

Mengenal Shalat Tarawih dan Keutamaannya

Shalat Tarawih adalah shalat sunnah muakkad, yaitu shalat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Shalat ini dilaksanakan pada malam hari selama bulan Ramadhan, dimulai setelah shalat Isya dan berakhir sebelum shalat Subuh.

Keutamaan shalat Tarawih sangatlah besar; Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang shalat Tarawih dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Ini menjadikan Tarawih sebagai kesempatan emas untuk membersihkan diri dari kesalahan dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Persiapan Sebelum Melaksanakan Tarawih 11 Rakaat

Sebelum memulai shalat Tarawih, ada beberapa persiapan fisik dan spiritual yang perlu diperhatikan. Pastikan tubuh dan pakaian Anda dalam keadaan suci dari hadas kecil maupun besar dengan berwudhu atau mandi janabah.

Kenakan pakaian yang bersih, menutup aurat, dan nyaman untuk shalat, serta carilah tempat yang tenang untuk beribadah. Yang tak kalah penting adalah meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT, bukan karena paksaan atau ingin dilihat orang lain.

Rincian Tata Cara Tarawih 11 Rakaat (8 Rakaat Tarawih + 3 Rakaat Witir)

Pelaksanaan Tarawih 11 rakaat umumnya terdiri dari 8 rakaat shalat Tarawih dan 3 rakaat shalat Witir sebagai penutup. Metode yang paling umum adalah dengan melakukan shalat dua rakaat salam untuk setiap sesi, baik Tarawih maupun Witir.

Mari kita ulas secara detail setiap langkahnya, agar Anda dapat melaksanakannya dengan benar dan khusyuk sesuai tuntunan.

Niat Shalat Tarawih

Niat adalah pondasi utama dalam setiap ibadah, termasuk shalat Tarawih. Niat dilakukan di dalam hati sebelum memulai takbiratul ihram.

Berikut adalah contoh lafadz niat shalat Tarawih sebagai makmum: “Ushalli sunnatat Tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ada’an ma’muman lillahi ta’ala.” (Saya niat shalat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala).

Pelaksanaan Shalat Tarawih (8 Rakaat)

Shalat Tarawih sebanyak 8 rakaat dilakukan dengan format 2 rakaat salam sebanyak empat kali. Setiap dua rakaat memiliki tata cara yang sama seperti shalat sunnah pada umumnya.

Mulailah dengan takbiratul ihram, kemudian membaca doa iftitah, Al-Fatihah, dan surat pendek dari Al-Qur’an. Setelah itu, ikuti gerakan ruku, i’tidal, sujud dua kali, dan duduk di antara dua sujud, lalu diakhiri dengan salam setelah tasyahud akhir.

Niat Shalat Witir

Setelah menyelesaikan 8 rakaat Tarawih, lanjutkan dengan shalat Witir yang berjumlah 3 rakaat. Niat shalat Witir juga dilafalkan di dalam hati sebelum takbiratul ihram.

Contoh lafadz niat shalat Witir dua rakaat sebagai makmum: “Ushalli sunnatal witri rak’ataini mustaqbilal qiblati ada’an ma’muman lillahi ta’ala.” (Saya niat shalat sunnah Witir dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala).

Dan untuk rakaat terakhir (satu rakaat Witir): “Ushalli sunnatal witri rak’atan mustaqbilal qiblati ada’an ma’muman lillahi ta’ala.” (Saya niat shalat sunnah Witir satu rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala).

Pelaksanaan Shalat Witir (3 Rakaat)

Shalat Witir 3 rakaat biasanya dilakukan dengan format 2 rakaat salam dan dilanjutkan 1 rakaat salam. Tata cara pelaksanaannya sama dengan shalat sunnah lainnya, dimulai dari takbiratul ihram hingga salam.

Pada rakaat terakhir Witir, setelah ruku’ dan i’tidal, disunnahkan untuk membaca doa qunut, terutama pada pertengahan hingga akhir Ramadhan. Doa qunut adalah salah satu sunnah yang dapat menambah keberkahan dalam shalat Witir Anda.

Doa Setelah Shalat Tarawih dan Witir

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian shalat Tarawih dan Witir, disunnahkan untuk berdzikir dan memanjatkan doa. Salah satu doa yang populer adalah Doa Kamilin, yang berisi permohonan ampunan, rahmat, dan keberkahan dari Allah SWT.

Membaca doa setelah shalat merupakan momen penting untuk berkomunikasi langsung dengan Allah, menyampaikan segala hajat, dan bersyukur atas nikmat yang telah diberikan. Ini adalah penutup yang indah dari rangkaian ibadah malam Anda.

Memahami Hikmah di Balik Shalat Tarawih 11 Rakaat

Memilih tata cara Tarawih 11 rakaat bukan hanya tentang mengikuti jumlah rakaat, tetapi juga tentang meneladani sunnah Rasulullah SAW. Praktik ini menunjukkan kesederhanaan dan keberlanjutan dalam beribadah, sesuai dengan kapasitas fisik dan spiritual.

Hikmah dari shalat Tarawih adalah melatih kesabaran, meningkatkan ketaatan, dan menumbuhkan rasa syukur. Semoga dengan memahami dan melaksanakan tata cara ini, kita semua dapat meraih pahala yang berlimpah dan keberkahan di bulan Ramadhan.


Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah perbedaan shalat Tarawih 8 rakaat dan 20 rakaat?

Perbedaan utama terletak pada jumlah rakaat shalat Tarawih itu sendiri. Shalat Tarawih 8 rakaat (ditambah 3 rakaat Witir menjadi 11) merujuk pada praktik Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Aisyah RA. Sementara itu, 20 rakaat (ditambah 3 rakaat Witir menjadi 23) adalah praktik yang kemudian dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khattab dan menjadi kebiasaan di banyak masjid, khususnya di Indonesia, yang dipandang sebagai sunnah para Khulafaur Rasyidin.

Apakah shalat Witir wajib setelah Tarawih?

Shalat Witir bukanlah wajib, melainkan sunnah muakkadah, artinya sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan besar. Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan shalat Witir. Pelaksanaan Witir setelah Tarawih dianggap sebagai penutup shalat malam, dan keutamaannya sangat ditekankan, sehingga sangat disayangkan jika dilewatkan.

Bolehkah shalat Tarawih sendirian di rumah?

Ya, shalat Tarawih boleh dilakukan secara sendirian (munfarid) di rumah. Meskipun shalat Tarawih berjamaah di masjid memiliki keutamaan tersendiri, melaksanakan Tarawih sendirian tetap sah dan mendapatkan pahala. Hal ini sangat membantu bagi mereka yang memiliki keterbatasan untuk pergi ke masjid atau ingin lebih khusyuk dalam beribadah.

Kapan waktu terbaik untuk melaksanakan shalat Tarawih?

Waktu pelaksanaan shalat Tarawih adalah setelah shalat Isya hingga menjelang waktu Subuh. Namun, waktu yang paling dianjurkan (afdhal) adalah setelah shalat Isya dan sebelum tengah malam. Melaksanakannya lebih awal juga memungkinkan umat Muslim untuk beristirahat lebih awal dan mempersiapkan diri untuk sahur.

Apa saja surat yang disunnahkan dibaca saat shalat Tarawih?

Tidak ada ketentuan surat khusus yang harus dibaca saat shalat Tarawih. Namun, disunnahkan untuk membaca surat-surat pendek dari Al-Qur’an agar tidak terlalu memberatkan, terutama jika shalat berjamaah. Pada umumnya, imam akan membaca surat-surat dari juz 30 (Juz Amma) secara berurutan atau surat-surat lain yang mudah dihafal dan dipahami.

🎉 PROMO SARUNG ATLAS EKSKLUSIF DI ONLINE 🎉

Belanja lebih hemat dengan Diskon Menarik,
Gratis Ongkir & Bayar di Tempat (COD).


🛒 DAPATKAN PROMONYA DI SINI

✔ Aman ✔ Praktis ✔ Terpercaya

Related posts