Panduan Lengkap Tata Cara Tarawih 11 Rakaat di Rumah

Shopsmart.co.id – Memasuki bulan suci Ramadhan, shalat Tarawih menjadi salah satu ibadah sunnah yang paling dinanti oleh umat Muslim di seluruh dunia. Pelaksanaan shalat Tarawih di rumah, khususnya dengan 11 rakaat, menawarkan fleksibilitas dan kenyamanan bagi individu maupun keluarga.

Read More

Artikel ini akan mengupas tuntas tata cara shalat Tarawih 11 rakaat di rumah, mulai dari niat, langkah-langkah pelaksanaan, hingga doa-doa yang dianjurkan. Pemahaman yang mendalam akan membantu kita menjalankan ibadah ini dengan khusyuk dan sesuai syariat, meskipun dilakukan secara mandiri atau berjamaah bersama keluarga.

Memahami Shalat Tarawih: Ibadah Sunnah di Bulan Ramadhan

Shalat Tarawih adalah shalat sunnah muakkad yang sangat ditekankan pelaksanaannya selama bulan Ramadhan, biasanya setelah shalat Isya. Nama ‘Tarawih’ sendiri berasal dari kata ‘tarwihatun’ yang berarti istirahat sejenak, merujuk pada kebiasaan para sahabat beristirahat setiap selesai empat rakaat.

Ibadah ini memiliki banyak keutamaan, termasuk pengampunan dosa-dosa yang telah lalu bagi siapa saja yang melaksanakannya dengan iman dan ihtisab (mengharap pahala dari Allah). Melaksanakannya di rumah bisa menjadi alternatif yang baik ketika tidak memungkinkan untuk pergi ke masjid, atau untuk menciptakan suasana ibadah yang lebih intim bersama keluarga.

Mengapa 11 Rakaat? Memahami Jumlah Rakaat Tarawih dan Witir

Jumlah rakaat shalat Tarawih seringkali menjadi perdebatan, namun kedua pendapat (11 atau 23 rakaat) memiliki dasar kuat dari praktik Nabi Muhammad SAW. Tata cara 11 rakaat yang akan kita bahas ini merujuk pada riwayat Aisyah RA yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah shalat malam lebih dari 11 rakaat, baik di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan.

Jumlah 11 rakaat ini terdiri dari 8 rakaat shalat Tarawih dan 3 rakaat shalat Witir, yang merupakan penutup shalat malam. Fleksibilitas dalam jumlah rakaat menunjukkan bahwa fokus utama adalah pada kualitas dan kekhusyukan ibadah, bukan hanya kuantitas semata.

Persiapan Sebelum Memulai Shalat Tarawih di Rumah

Sebelum memulai shalat Tarawih, ada beberapa persiapan penting yang perlu diperhatikan agar ibadah berjalan lancar dan penuh keberkahan. Pastikan tubuh dan pakaian dalam keadaan suci dari hadas kecil maupun besar, serta siapkan tempat shalat yang bersih dan nyaman.

Mengambil wudhu dengan sempurna adalah langkah pertama dan utama, diikuti dengan mengenakan pakaian yang menutup aurat dengan rapi. Selain itu, niatkan dalam hati untuk melaksanakan shalat Tarawih semata-mata karena Allah SWT, meskipun niat tidak harus dilafalkan secara verbal.

Tata Cara Shalat Tarawih 2 Rakaat Secara Berurutan

Shalat Tarawih dilaksanakan dengan format dua rakaat salam, yang kemudian diulang hingga mencapai jumlah rakaat yang diinginkan. Setiap dua rakaat shalat Tarawih memiliki tata cara yang sama seperti shalat sunnah lainnya, dimulai dengan niat dan diakhiri dengan salam.

Penting untuk memperhatikan setiap rukun shalat, mulai dari takbiratul ihram hingga gerakan dan bacaan tasyahud akhir, agar shalat kita sah dan diterima. Konsentrasi dan khusyuk menjadi kunci dalam setiap gerakan dan bacaan shalat yang kita lakukan.

Niat Shalat Tarawih untuk Sendiri (Munfarid)

Niat adalah fondasi dari setiap ibadah, dan niat shalat Tarawih dapat dilakukan dalam hati sebelum takbiratul ihram. Jika shalat sendiri (munfarid), niatnya sedikit berbeda dibandingkan jika menjadi imam atau makmum.

Lafaz niat shalat Tarawih untuk sendiri adalah: “Ushalli sunnatat tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an lillahi ta’ala.” (Aku niat shalat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala).

Panduan Mengerjakan Shalat Tarawih 8 Rakaat

Untuk melaksanakan Tarawih 8 rakaat, Anda akan mengulang shalat dua rakaat salam sebanyak empat kali. Setelah menyelesaikan dua rakaat pertama dan salam, Anda dapat langsung berdiri untuk melanjutkan dua rakaat berikutnya, begitu seterusnya.

Disunnahkan untuk membaca surah-surah pendek setelah Al-Fatihah, dan bisa bervariasi setiap rakaatnya. Di antara setiap dua rakaat atau setiap empat rakaat, kita dapat beristirahat sejenak sambil berdzikir atau berdoa, meskipun ini bukan keharusan.

Menyempurnakan dengan Shalat Witir 3 Rakaat

Shalat Witir adalah shalat sunnah muakkad yang sangat dianjurkan sebagai penutup shalat malam, dan hukumnya sunnah. Melaksanakan shalat Witir setelah Tarawih adalah praktik yang sangat dianjurkan untuk menyempurnakan rangkaian ibadah malam di bulan Ramadhan.

Anda bisa melaksanakan shalat Witir 3 rakaat dengan dua cara: satu kali salam dengan 3 rakaat langsung (tanpa tasyahud awal), atau dua rakaat salam dilanjutkan dengan satu rakaat salam. Metode dua rakaat salam kemudian satu rakaat salam lebih umum dipraktikkan di Indonesia.

Niat Shalat Witir

Sama halnya dengan Tarawih, niat shalat Witir juga dilakukan dalam hati sebelum takbiratul ihram. Lafaz niat akan disesuaikan dengan jumlah rakaat yang akan dilaksanakan dan status kita (sendiri, imam, atau makmum).

Untuk niat shalat Witir dua rakaat (sebelum satu rakaat terakhir): “Ushalli sunnatal witri rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an lillahi ta’ala.” (Aku niat shalat sunnah Witir dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala). Sedangkan untuk satu rakaat terakhir: “Ushalli sunnatal witri rak’atan mustaqbilal qiblati adaa’an lillahi ta’ala.” (Aku niat shalat sunnah Witir satu rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala).

Doa Setelah Shalat Tarawih dan Witir

Setelah selesai melaksanakan shalat Tarawih dan Witir, disunnahkan untuk berdzikir dan membaca doa. Salah satu doa yang populer adalah doa Kamilin, yang berisi permohonan ampunan, rahmat, dan keberkahan dari Allah SWT.

Membaca istighfar, tasbih, tahmid, dan tahlil juga sangat dianjurkan untuk memperbanyak pahala dan mendekatkan diri kepada Allah. Manfaatkan momen setelah shalat untuk munajat dan memanjatkan segala hajat kita, karena itu adalah waktu yang mustajab untuk berdoa.

Keutamaan dan Manfaat Tarawih di Rumah

Melaksanakan Tarawih di rumah menawarkan sejumlah keutamaan dan manfaat tersendiri, terutama dalam menciptakan ikatan spiritual keluarga. Suasana yang lebih tenang dan intim seringkali membantu meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah tanpa gangguan dari keramaian luar.

Fleksibilitas waktu dan tempat juga memungkinkan setiap anggota keluarga untuk berpartisipasi sesuai kenyamanan masing-masing, bahkan anak-anak kecil dapat lebih mudah belajar shalat. Hal ini juga menjadi kesempatan emas bagi orang tua untuk menjadi teladan dalam beribadah bagi anak-anaknya.

Tips Agar Tarawih di Rumah Lebih Khusyuk dan Berkah

Untuk memastikan Tarawih di rumah berjalan dengan khusyuk dan penuh berkah, ada beberapa tips yang bisa diterapkan. Pastikan lingkungan shalat bebas dari gangguan, seperti suara televisi atau percakapan yang tidak perlu.

Memahami makna setiap bacaan shalat juga akan sangat membantu meningkatkan kekhusyukan dan rasa kehadiran hati di hadapan Allah SWT. Selain itu, upayakan konsisten dalam melaksanakannya setiap malam selama Ramadhan untuk meraih pahala yang berlimpah.

Melaksanakan shalat Tarawih 11 rakaat di rumah adalah pilihan mulia yang memungkinkan kita tetap merayakan Ramadhan dengan penuh ibadah. Dengan niat yang tulus dan tata cara yang benar, setiap rakaat yang kita laksanakan akan menjadi ladang pahala yang berharga.

Semoga panduan ini bermanfaat dan menjadikan ibadah Tarawih Anda di rumah lebih bermakna dan diterima di sisi Allah SWT. Mari bersama-sama meraih keberkahan Ramadhan dengan memaksimalkan setiap kesempatan beribadah.


Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa perbedaan Tarawih 11 rakaat dan 23 rakaat?

Perbedaan utama terletak pada jumlah rakaat shalat Tarawih itu sendiri. Tarawih 11 rakaat umumnya terdiri dari 8 rakaat shalat Tarawih dan 3 rakaat shalat Witir, sementara Tarawih 23 rakaat terdiri dari 20 rakaat shalat Tarawih dan 3 rakaat shalat Witir. Kedua praktik ini memiliki dasar dalam ajaran Islam dan diterima secara luas, menunjukkan fleksibilitas dalam ibadah sunnah ini.

Bolehkah shalat Tarawih dilakukan sendiri di rumah?

Ya, shalat Tarawih boleh dan sah hukumnya jika dilakukan sendiri di rumah (munfarid), meskipun lebih utama dilakukan secara berjamaah. Melaksanakan Tarawih sendiri di rumah memberikan fleksibilitas waktu dan dapat menjadi pilihan terbaik jika ada kendala untuk pergi ke masjid, atau untuk menjaga privasi ibadah.

Bagaimana niat shalat Tarawih jika saya shalat sendiri?

Jika shalat Tarawih sendiri (munfarid), niat yang diucapkan dalam hati adalah: “Ushalli sunnatat tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an lillahi ta’ala.” Artinya: “Aku niat shalat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Apakah shalat Witir harus selalu dilakukan setelah Tarawih?

Shalat Witir sangat dianjurkan sebagai penutup shalat malam dan paling utama dikerjakan setelah shalat Tarawih. Namun, shalat Witir juga bisa dikerjakan di waktu lain setelah shalat Isya hingga menjelang Subuh, meskipun mengerjakannya setelah Tarawih dianggap lebih afdhal.

Apakah ada doa khusus setelah shalat Tarawih?

Ya, ada doa-doa yang dianjurkan untuk dibaca setelah shalat Tarawih, salah satunya adalah Doa Kamilin. Selain itu, disunnahkan juga untuk memperbanyak dzikir seperti istighfar, tasbih, tahmid, dan tahlil, serta memanjatkan doa-doa pribadi lainnya.

Berapa rakaat Witir setelah Tarawih 8 rakaat?

Setelah melaksanakan shalat Tarawih 8 rakaat, Anda akan melanjutkannya dengan shalat Witir 3 rakaat. Jadi, total keseluruhan rakaat shalat malam Anda adalah 11 rakaat (8 Tarawih + 3 Witir).

🎉 PROMO SARUNG ATLAS EKSKLUSIF DI ONLINE 🎉

Belanja lebih hemat dengan Diskon Menarik,
Gratis Ongkir & Bayar di Tempat (COD).


🛒 DAPATKAN PROMONYA DI SINI

✔ Aman ✔ Praktis ✔ Terpercaya

Related posts