Shalat Tarawih Sendiri di Rumah: Panduan Niat dan Tata Cara Sahih

Shopsmart.co.id – Bulan suci Ramadhan selalu membawa keberkahan dan kesempatan emas untuk meningkatkan ibadah, salah satunya melalui shalat Tarawih. Meskipun seringkali identik dengan pelaksanaannya secara berjamaah di masjid, situasi tertentu mungkin mengharuskan kita untuk melaksanakan shalat Tarawih sendiri di rumah.

Read More

Hal ini tidak mengurangi nilai ibadah sama sekali, sebab syariat Islam memberikan kemudahan bagi umatnya. Artikel ini akan membahas secara lengkap hukum, niat, tata cara, jumlah rakaat, serta dalil sahih mengenai pelaksanaan shalat Tarawih secara mandiri di kediaman.

Hukum Melaksanakan Shalat Tarawih Sendiri di Rumah

Shalat Tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadhan. Para ulama sepakat bahwa shalat ini sah dan berpahala tinggi, baik dilakukan secara berjamaah maupun munfarid (sendirian).

Rasulullah ﷺ sendiri pernah beberapa kali melaksanakannya secara berjamaah, namun kemudian memilih untuk shalat di rumah agar tidak dianggap sebagai kewajiban fardhu yang memberatkan umatnya.

Keutamaan Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan

Melaksanakan shalat Tarawih memiliki keutamaan yang luar biasa besar di sisi Allah SWT. Ibadah ini menjadi salah satu bentuk qiyamul lail (menghidupkan malam) di bulan yang penuh ampunan.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa yang melaksanakan qiyam Ramadhan (shalat Tarawih) karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Niat Shalat Tarawih Sendiri di Rumah

Niat merupakan kunci sahnya suatu ibadah, termasuk shalat Tarawih. Saat melaksanakan shalat Tarawih sendiri, niat di dalam hati sudah cukup, namun melafazkannya juga diperbolehkan untuk memantapkan hati.

Berikut adalah lafaz niat shalat Tarawih untuk dua rakaat yang dilakukan sendiri:

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatat Taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat shalat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Panduan Tata Cara Pelaksanaan Shalat Tarawih Sendiri

Tata cara shalat Tarawih secara umum sama dengan shalat sunnah dua rakaat lainnya. Setiap dua rakaat diakhiri dengan salam, dan dilakukan berulang sesuai jumlah rakaat yang diinginkan.

Berikut langkah-langkah tata cara shalat Tarawih:

  1. Niat: Bacalah niat shalat Tarawih (seperti yang disebutkan di atas) di dalam hati sebelum takbiratul ihram.
  2. Takbiratul Ihram: Mengucapkan “Allahu Akbar” sambil mengangkat kedua tangan setinggi telinga.
  3. Membaca Doa Iftitah: Doa pembuka shalat.
  4. Membaca Surah Al-Fatihah: Wajib dibaca di setiap rakaat.
  5. Membaca Surah Pendek: Dianjurkan membaca surah-surah pendek setelah Al-Fatihah.
  6. Rukuk: Membungkuk dengan punggung lurus dan tangan memegang lutut.
  7. I’tidal: Bangun dari rukuk ke posisi berdiri tegak.
  8. Sujud: Bersujud dengan tujuh anggota badan menyentuh lantai.
  9. Duduk di Antara Dua Sujud: Duduk sejenak di antara dua sujud.
  10. Sujud Kedua: Melakukan sujud kembali.
  11. Berdiri untuk Rakaat Kedua: Mengulangi langkah 3-10 untuk rakaat kedua.
  12. Tasyahud Akhir: Duduk tasyahud pada rakaat terakhir.
  13. Salam: Mengucapkan salam “Assalamu’alaikum warahmatullah” ke kanan dan ke kiri untuk mengakhiri shalat dua rakaat.

Variasi Jumlah Rakaat Shalat Tarawih

Ada perbedaan pandangan mengenai jumlah rakaat shalat Tarawih, namun keduanya memiliki dasar yang kuat dalam sunnah. Pilihan yang umum adalah 8 rakaat (empat kali salam) atau 20 rakaat (sepuluh kali salam).

Baik 8 maupun 20 rakaat, keduanya sama-sama sah dan mendapatkan pahala. Anda bisa memilih jumlah rakaat yang paling sesuai dengan kemampuan dan kenyamanan.

Melengkapi dengan Shalat Witir

Setelah selesai melaksanakan shalat Tarawih, sangat dianjurkan untuk melanjutkannya dengan shalat Witir sebagai penutup shalat malam. Shalat Witir adalah shalat sunnah yang rakaatnya ganjil, umumnya 1 atau 3 rakaat.

Jika memilih 3 rakaat Witir, bisa dilakukan dengan dua rakaat salam kemudian disambung satu rakaat salam, atau langsung tiga rakaat dengan satu salam di akhir.

Dalil Sahih Mendukung Shalat Tarawih di Rumah

Kebenaran dan keabsahan shalat Tarawih sendiri di rumah didasarkan pada praktik Rasulullah ﷺ. Beliau pernah melaksanakan shalat malam di rumahnya, dan saat ditanya mengapa tidak terus berjamaah, beliau khawatir akan menjadi kewajiban.

Hadis riwayat Aisyah radhiyallahu anha menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ shalat di masjid selama tiga malam, kemudian beliau tidak keluar lagi. Ketika ditanya alasannya, beliau menjawab, “Aku khawatir shalat ini diwajibkan atas kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim). Ini menunjukkan fleksibilitas dalam pelaksanaannya.

Tips Agar Konsisten Shalat Tarawih Sendiri di Rumah

Menjaga konsistensi ibadah di rumah memang membutuhkan motivasi lebih, terutama untuk shalat Tarawih. Ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan agar tetap semangat dan istiqamah.

Pertama, niatkan dengan tulus karena Allah dan ingatlah keutamaan besar yang menanti. Kedua, ciptakan suasana yang kondusif untuk ibadah di rumah, seperti menyiapkan tempat yang bersih dan tenang.

Ketiga, ajak anggota keluarga lain untuk shalat berjamaah di rumah jika memungkinkan, agar suasana lebih hidup dan saling menguatkan. Keempat, tentukan waktu khusus setiap malam yang konsisten, misalnya setelah shalat Isya.

Melaksanakan shalat Tarawih sendiri di rumah adalah bentuk ibadah yang sah dan berpahala besar di sisi Allah SWT. Dengan niat yang tulus dan tata cara yang benar, setiap Muslim dapat meraih keutamaan Ramadhan sepenuhnya.

Jangan biarkan kendala menghalangi Anda untuk menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan ibadah. Semoga Allah menerima semua amal ibadah kita.


Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah boleh shalat Tarawih tanpa Witir?

Shalat Tarawih hukumnya sunnah muakkadah, sedangkan Witir juga sunnah muakkadah dan dianjurkan sebagai penutup shalat malam. Meskipun tidak wajib, sangat dianjurkan untuk melengkapinya dengan shalat Witir.

Bagaimana jika terlewat shalat Tarawih?

Shalat Tarawih tidak memiliki qadha (mengganti) jika terlewat. Namun, Anda masih bisa melaksanakan shalat malam lainnya seperti shalat Tahajjud atau shalat sunnah mutlak di waktu lain, atau beristighfar dan memperbanyak amal kebaikan.

Apakah bacaan shalat Tarawih sama dengan shalat fardhu?

Secara umum, bacaan shalat Tarawih sama dengan shalat fardhu, yaitu dimulai dengan Al-Fatihah dan diikuti surat atau ayat Al-Qur’an. Tidak ada bacaan khusus yang berbeda, Anda bisa membaca surat apa saja yang Anda hafal.

Bolehkah shalat Tarawih berjamaah dengan keluarga di rumah?

Ya, sangat dianjurkan. Shalat Tarawih berjamaah dengan keluarga di rumah sah dan justru lebih baik, karena dapat menghidupkan syiar Islam di dalam rumah dan mempererat tali silaturahmi antar anggota keluarga.

Apa saja doa setelah shalat Tarawih?

Setelah shalat Tarawih dan Witir, tidak ada doa khusus yang baku dan wajib. Namun, umat Islam umumnya membaca doa-doa ma’tsur, berzikir, membaca Al-Qur’an, dan memanjatkan doa-doa pribadi sesuai keinginan, seperti doa ‘Kamilin’ yang populer di Indonesia.

🎉 PROMO SARUNG ATLAS EKSKLUSIF DI ONLINE 🎉

Belanja lebih hemat dengan Diskon Menarik,
Gratis Ongkir & Bayar di Tempat (COD).


🛒 DAPATKAN PROMONYA DI SINI

✔ Aman ✔ Praktis ✔ Terpercaya

Related posts