Apa Itu Doa Kamilin Tarawih? Ini Lafal, Arti & Keutamaannya Lengkap

Shopsmart.co.id – Bulan Ramadan adalah waktu istimewa bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berbagai amalan sunnah dianjurkan, salah satunya adalah shalat Tarawih yang selalu diikuti dengan pembacaan doa khusus.

Read More

Doa yang sering dibaca setelah shalat Tarawih ini dikenal luas dengan sebutan Doa Kamilin Tarawih. Konteks tambahan menyebutkan, “Mar 22, 2023· Berikut lafal doa kamilin yang dibaca sesudah shalat tarawih, lengkap dengan tulisan arab, latin, dan artinya:”. Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai Doa Kamilin, mulai dari makna, lafal, terjemahan, hingga berbagai keutamaan yang terkandung di dalamnya.

Mengenal Doa Kamilin: Makna dan Asal Usulnya

Secara etimologi, kata “Kamilin” berasal dari bahasa Arab yang berarti sempurna atau lengkap. Penamaan ini sangat relevan karena kandungan doanya yang menyeluruh dan komprehensif, mencakup permohonan ampunan, rahmat, hidayah, serta perlindungan dari segala keburukan dunia dan akhirat.

Meskipun tidak ada dalil khusus yang secara eksplisit menyebutkan Doa Kamilin dalam sunnah Nabi Muhammad SAW, doa ini merupakan susunan para ulama salaf yang telah diamalkan secara turun-temurun di Indonesia dan berbagai belahan dunia Islam. Keberadaan doa ini telah menjadi tradisi baik yang memperkaya rangkaian ibadah shalat Tarawih dan Witir selama bulan suci Ramadan.

Keutamaan Shalat Tarawih dan Peran Doa Kamilin

Shalat Tarawih adalah shalat sunnah muakkad, yaitu ibadah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan pada malam-malam bulan Ramadan. Keutamaan shalat ini sangat besar, sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW, “Barang siapa mengerjakan shalat malam di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Doa Kamilin hadir sebagai penutup yang sempurna setelah rangkaian shalat Tarawih dan Witir, memperkuat ruh ibadah yang telah dilakukan. Doa ini berfungsi sebagai wadah untuk menyampaikan segala harapan dan permohonan tulus kepada Allah SWT, menjadikan momen ibadah malam semakin lengkap dan bermakna mendalam bagi setiap Muslim.

Lafal Doa Kamilin: Arab, Latin, dan Artinya

Berikut adalah lafal Doa Kamilin yang umum dibaca setelah shalat Tarawih, disajikan lengkap dengan tulisan Arab aslinya, transliterasi Latin untuk memudahkan pembacaan, serta terjemahan dalam Bahasa Indonesia. Memahami setiap bait dan kalimat dalam doa ini akan membantu kita meresapi maknanya serta berdoa dengan lebih khusyuk.

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِي الْاٰخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لِوَاءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ. وَإِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَبِحُوْرٍ عِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْنٍ. مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولٰئِكَ رَفِيْقًا. ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هٰذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. اَللّٰهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الْخَيْرِ وَأَبْوَابَ الْبَرَكَةِ وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَأَبْوَابَ الرِّزْقِ وَأَبْوَابَ الْقُوَّةِ وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ وَأَبْوَابَ الْعَافِيَةِ وَأَبْوَابَ الْجَنَّةِ. اَللّٰهُمَّ غَفِّرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَذُنُوْبَ اٰبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَإِخْوَانِنَا وَأَخَوَاتِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَأَعْمَامِنَا وَعَمَّاتِنَا وَأَخْوَالِنَا وَخَالَاتِنَا وَأَصْدِقَائِنَا وَأَحْبَابِنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. وَاجْعَلْ جَنَّةَ الْفِرْدَوْسِ مَأْوَانَا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ. وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

(Transliterasi Latin)

Allahummajalna bil imani kamilin. Walil faraidhi mu’addin. Walis salati hafizhin. Waliz zakati fa’ilin. Walima indaka thalibin. Waliafwika rajin. Wabil huda mutamassikin. Wanil laghwi mu’ridhin. Wafid dunya zahidin. Wafil akhirati raghibin. Wabil qadhai radhin. Walin na’mai syakirin. Waalal balai shabirin. Watahta liwai sayyidina Muhammadin Shallallahu alaihi wasallama yaumal qiyamati sa’irin. Wailal haudhi waridin. Wailal jannati dakhilin. Waminan nari najin. Waala sariril karamati qa’idin. Wabihurin inin mutazawwijin. Wamin sundusin waistabraqin wadi bajin mutalabbisin. Wamin tha’amil jannati akilin. Wamin labanin wa’asalin musyaffan syaribin. Bi akwabin wa abariqa wa ka’sim mim ma’in. Ma’al ladzina an’amta alaihim minan nabiyyina was shiddiqina wasy syuhadai was shaalihina wa hasuna ulaika rafiqa. Dzalikal fadhlu minallahi wa kafa billahi alima. Allahummaj’alna fi hadzihil lailatish syahrish syarifah al Mubarakati minas su’adai al maqbulin. Wala taj’alna minal asyqiyai al mardudin. Allahummaftah lana abwabal khairi wa abwabal barakati wa abwaban ni’mati wa abwabar rizqi wa abwabal quwwati wa abwabas shihhati wa abwabas salamati wa abwabal afiyati wa abwabal jannati. Allahumma ghfirlana dzunubana wa dzunuba aba’ina wa ummahatina wa ikhwanina wa akhawatina wa azwajina wa dzurriyyatina wa a’mamina wa ammatina wa akhwalina wa khalatina wa asdiqaina wa ahbabina waliman ahsana ilaina walil muslimina wal muslimat wal mu’minina wal mu’minat al ahya’i minhum wal amwat. Waj’al jannatal firdausi ma’wana. Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina adzaban nar. Washallallahu ala sayyidina Muhammadin wa ala alihi wa shahbihi wasallam. Subhana rabbika rabbil izzati amma yasifun. Wa salamun alal mursalin. Walhamdulillahi rabbil alamin.

(Terjemahan Bahasa Indonesia)

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang melaksanakan kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang menunaikan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang teguh pada petunjuk-Mu, yang berpaling dari kesia-siaan, yang zuhud di dunia, yang menginginkan akhirat, yang ridha dengan takdir, yang bersyukur atas nikmat, yang sabar atas cobaan. Dan (jadikanlah kami) orang-orang yang berjalan di bawah panji Nabi Muhammad SAW pada hari Kiamat, yang masuk ke telaga, yang masuk surga, yang selamat dari neraka, yang duduk di atas dipan kehormatan, yang berpasangan dengan bidadari, yang mengenakan pakaian sutra, sutra tebal, dan brokat, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu yang disaring dari gelas-gelas, kendi-kendi, dan cawan-cawan yang mengalir, bersama dengan orang-orang yang Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka dari para Nabi, shiddiqin, syuhada, dan shalihin, mereka adalah sebaik-baik teman. Itulah karunia dari Allah, dan cukuplah Allah sebagai Yang Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan penuh berkah ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima. Janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang celaka dan ditolak. Ya Allah, bukakanlah bagi kami pintu-pintu kebaikan, pintu-pintu berkah, pintu-pintu nikmat, pintu-pintu rezeki, pintu-pintu kekuatan, pintu-pintu kesehatan, pintu-pintu keselamatan, pintu-pintu keafiatan, dan pintu-pintu surga. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, dosa-dosa bapak kami, ibu kami, saudara-saudara kami laki-laki dan perempuan, istri-istri kami, keturunan kami, paman-paman kami, bibi-bibi kami, paman-paman kami dari pihak ibu, bibi-bibi kami dari pihak ibu, teman-teman kami, orang-orang yang kami cintai, orang-orang yang berbuat baik kepada kami, serta kaum Muslimin dan Muslimat, Mukminin dan Mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Dan jadikanlah surga Firdaus sebagai tempat tinggal kami. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta peliharalah kami dari siksa neraka. Semoga shalawat dan salam tercurah atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya. Maha Suci Tuhanmu, Tuhan Yang Maha Perkasa dari apa yang mereka sifatkan. Dan salam sejahtera bagi para Rasul. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Analisis Isi Doa Kamilin: Harapan dan Permohonan

Doa Kamilin sangat kaya akan permohonan yang mencerminkan cita-cita seorang Muslim sejati dalam hidupnya. Doa ini dimulai dengan permohonan kesempurnaan iman dan ketaatan terhadap syariat, mengajak kita untuk senantiasa istiqamah dalam menjalankan segala kewajiban agama.

Selanjutnya, doa ini merangkum harapan akan keberkahan hidup di dunia, kesabaran dalam menghadapi cobaan, hingga mencapai kebahagiaan abadi di akhirat. Permohonan untuk masuk surga, selamat dari siksa neraka, serta mendapatkan segala kenikmatan ukhrawi menjadi inti dari harapan yang dipanjatkan dengan penuh harap kepada Sang Pencipta.

Waktu dan Adab Membaca Doa Kamilin

Doa Kamilin secara khusus dibaca setelah selesai melaksanakan shalat Tarawih dan shalat Witir, baik secara berjamaah di masjid atau mushola maupun ketika shalat sendiri di rumah. Tradisi ini biasanya dilakukan setelah imam selesai memimpin shalat Witir dan dilanjutkan dengan dzikir serta doa bersama.

Adab dalam berdoa juga merupakan aspek yang sangat penting untuk diperhatikan; kita dianjurkan untuk mengangkat kedua tangan, menghadap kiblat, dan melantunkan doa dengan penuh kekhusyukan serta kerendahan hati kepada Allah SWT. Dengan menjalankan adab berdoa yang baik, diharapkan setiap permohonan kita lebih mudah untuk dikabulkan.

Hikmah dan Keutamaan Mengamalkan Doa Kamilin

Mengamalkan Doa Kamilin bukan hanya sekadar mengikuti tradisi, melainkan memiliki hikmah dan keutamaan yang sangat mendalam bagi setiap Muslim. Doa ini menjadi pengingat yang kuat bagi kita akan tujuan hidup sesungguhnya, yaitu mencapai ridha Allah dan kebahagiaan abadi di akhirat.

Dengan rutin membacanya, seorang Muslim diajak untuk terus introspeksi diri, memperkuat kualitas imannya, serta menumbuhkan rasa syukur atas segala nikmat dan kesabaran dalam menghadapi setiap cobaan yang datang. Doa Kamilin menjadi manifestasi permohonan ‘kamil’ atau sempurna atas segala aspek kehidupan seorang hamba di hadapan Tuhannya.

Kesimpulan

Doa Kamilin Tarawih adalah sebuah rangkaian doa yang indah, sarat makna, dan sangat relevan, berfungsi sebagai pelengkap ibadah shalat Tarawih dan Witir di bulan suci Ramadan. Meskipun merupakan hasil ijtihad para ulama, doa ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi keagamaan umat Muslim di Indonesia.

Dengan memahami lafal, arti, dan keutamaannya secara mendalam, diharapkan kita semua dapat mengamalkan Doa Kamilin dengan lebih khusyuk dan penuh penghayatan, sehingga mendapatkan berkah, ampunan, serta keridhaan dari Allah SWT. Semoga Ramadan kita penuh dengan keberkahan dan setiap doa serta ibadah kita diterima oleh-Nya.


Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu Doa Kamilin Tarawih?

Doa Kamilin Tarawih adalah rangkaian doa yang dibaca setelah menunaikan shalat Tarawih dan Witir di bulan Ramadan. Dinamakan ‘Kamilin’ karena kandungannya yang menyeluruh, memohon kesempurnaan iman, ampunan, rahmat, dan keberkahan dari Allah SWT.

Kapan Doa Kamilin dibaca?

Doa Kamilin umumnya dibaca setelah selesai melaksanakan shalat Tarawih dan shalat Witir, baik secara berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah, pada malam-malam bulan Ramadan.

Apakah membaca Doa Kamilin hukumnya wajib?

Membaca Doa Kamilin bukanlah suatu kewajiban (fardhu) dalam Islam, melainkan sunnah atau tradisi baik yang diamalkan oleh sebagian besar umat Muslim, khususnya di Indonesia, sebagai pelengkap ibadah Tarawih. Doa ini merupakan ijtihad ulama dan tidak ada dalil shahih yang mewajibkannya secara eksplisit dari Nabi SAW.

Apa manfaat atau keutamaan membaca Doa Kamilin?

Manfaat membaca Doa Kamilin antara lain adalah memperkuat iman, memohon ampunan dosa, mendapatkan rahmat dan keberkahan dari Allah, serta memohon kesempurnaan dalam beribadah. Doa ini juga menjadi sarana yang efektif untuk introspeksi diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Siapa yang menyusun Doa Kamilin?

Doa Kamilin bukanlah doa yang berasal langsung dari Nabi Muhammad SAW, melainkan merupakan susunan yang indah dan bermakna dari para ulama salaf. Mereka menyusunnya berdasarkan ajaran Al-Qur’an dan Sunnah, kemudian doa ini diamalkan secara turun-temurun oleh umat Islam sebagai pelengkap ibadah Tarawih.

🎉 PROMO SARUNG ATLAS EKSKLUSIF DI ONLINE 🎉

Belanja lebih hemat dengan Diskon Menarik,
Gratis Ongkir & Bayar di Tempat (COD).


🛒 DAPATKAN PROMONYA DI SINI

✔ Aman ✔ Praktis ✔ Terpercaya

Related posts