Shopsmart.co.id – Shalat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang sangat dinanti-nantikan kehadirannya di bulan suci Ramadan setiap tahunnya. Dalam pelaksanaannya, seorang Bilal memiliki peran krusial untuk memandu jamaah, terutama pada format 11 rakaat yang umum dilakukan.
Memahami bacaan bilal Tarawih 11 rakaat beserta jawaban jamaahnya sangat penting agar ibadah berjalan lancar dan khusyuk. Artikel ini akan menjelaskan secara rinci bacaan-bacaan tersebut, lengkap dengan teks Arab, latin, dan artinya.
Memahami Shalat Tarawih dan Peran Bilal
Apa Itu Shalat Tarawih?
Shalat Tarawih adalah ibadah malam yang sangat dianjurkan selama bulan suci Ramadan. Pelaksanaannya bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta meraih pahala berlimpah dari-Nya.
Ibadah ini dilaksanakan setelah shalat Isya dan bisa dilakukan secara berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah, meskipun berjamaah lebih diutamakan.
Mengapa Ada Bilal dalam Tarawih?
Bilal adalah orang yang bertugas memandu jalannya shalat Tarawih dengan seruan dan doa tertentu. Perannya sangat membantu jamaah menjaga konsentrasi dan urutan rakaat shalat, terutama bagi yang belum hafal seluruh tata caranya.
Kehadiran Bilal juga menciptakan suasana yang teratur dan khusyuk, membangun ritme ibadah yang nyaman bagi seluruh jamaah.
Struktur Shalat Tarawih 11 Rakaat
Format Delapan Rakaat Tarawih
Format 11 rakaat shalat Tarawih umumnya terdiri dari delapan rakaat Tarawih itu sendiri, kemudian diikuti dengan tiga rakaat shalat Witir sebagai penutup. Delapan rakaat Tarawih ini biasa dibagi menjadi empat kali shalat dua rakaat, sehingga setiap dua rakaat akan diselingi dengan seruan Bilal.
Ada juga variasi lain seperti dua kali shalat empat rakaat, namun pola 2 rakaat per salam lebih sering ditemukan dalam prakteknya.
Melanjutkan dengan Shalat Witir
Setelah menyelesaikan delapan rakaat Tarawih, ibadah dilanjutkan dengan shalat Witir yang berjumlah tiga rakaat. Shalat Witir ini adalah penutup dari rangkaian ibadah malam Tarawih yang dilakukan secara ganjil.
Bilal juga akan memandu jalannya shalat Witir, mulai dari ajakan hingga seruan di antara rakaatnya.
Panduan Lengkap Bacaan Bilal Tarawih 11 Rakaat dan Jawaban Jamaah
Berikut adalah urutan bacaan Bilal dan jawaban jamaah yang umum digunakan dalam shalat Tarawih 11 rakaat. Memahami setiap lafaznya akan menambah kekhusyukan dan penghayatan dalam beribadah.
1. Sebelum Memulai Shalat Tarawih
Bilal akan menyerukan ajakan shalat Tarawih sebagai tanda dimulainya ibadah. Ini mempersiapkan hati dan pikiran jamaah untuk beribadah.
- Bilal: “صَلُّوْا سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ”
Latin: “Shollu Sunnatan Tarawihi Rak’ataini Jaami’atan Roohimakumullah.”
Arti: “Shalatlah kalian sunnah Tarawih dua rakaat berjamaah, semoga Allah merahmati kalian.” - Jamaah: “آَمِيْن”
Latin: “Aamiin.”
Arti: “Aamiin.”
2. Setelah Setiap Dua Rakaat Tarawih
Setelah salam dari setiap dua rakaat Tarawih, Bilal akan membaca pujian kepada Allah SWT dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ini memberikan jeda singkat dan momen untuk berzikir.
- Bilal: “سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْمَعْبُوْدِ، سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْمَوْجُوْدِ، سُبْحَانَ الْحَيِّ الَّذِيْ لَا يَنَامُ وَلَا يَمُوْتُ، سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ، سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ.”
Latin: “Subhanal Malikil Ma’bud. Subhanal Malikil Maujud. Subhanal Hayyilladzi La Yanamu wa La Yamut, Subbuhun Quddusun Rabbuna wa Rabbul Malaikati war Ruh. Subhanallah Walhamdu Lillah Wa Laa Ilaaha Illallah Wallahu Akbar. Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaahil ‘Aliyyil ‘Adziim.”
Arti: “Maha Suci Allah, Raja yang disembah. Maha Suci Allah, Raja yang ada. Maha Suci yang hidup, yang tidak tidur dan tidak mati. Maha Suci, Maha Kudus, Tuhan kami dan Tuhan para malaikat serta ruh. Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.” - Jamaah: “صَلُّوا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ”
Latin: “Allahumma Sholli ‘ala Sayyidina Muhammad.”
Arti: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad.”
Seruan ini akan diulang setelah setiap dua rakaat shalat Tarawih, total empat kali seruan untuk delapan rakaat Tarawih. Setiap seruan Bilal tersebut akan diikuti dengan jawaban dari jamaah.
3. Setelah Delapan Rakaat Tarawih (Sebelum Witir)
Setelah menyelesaikan delapan rakaat Tarawih, Bilal akan membacakan pujian untuk para Khulafaur Rasyidin. Ini adalah penanda bahwa shalat Tarawih telah selesai dan akan dilanjutkan dengan Witir.
- Bilal: “اَلْخَلِيْفَةُ اْلأُوْلَى أَمِيْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ سَيِّدُنَا أَبُوْ بَكْرٍ الصِّدِّيْقُ”
Latin: “Al-Khalifatul Ulaa Amiirul Mukminiina Sayyidina Abi Bakrin Shiddiiq.”
Jamaah: “Radhiyallahu ‘anhu.” (Semoga Allah meridhoinya) - Bilal: “اَلْخَلِيْفَةُ الثَّانِيَةُ أَمِيْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ سَيِّدُنَا عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ”
Latin: “Al-Khalifatuts Tsaaniyah Amiirul Mukminiina Sayyidina Umar ibnul Khaththaab.”
Jamaah: “Radhiyallahu ‘anhu.” - Bilal: “اَلْخَلِيْفَةُ الثَّالِثَةُ أَمِيْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ سَيِّدُنَا عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ”
Latin: “Al-Khalifatuts Tsaalitsah Amiirul Mukminiina Sayyidina Utsman ibnu Affan.”
Jamaah: “Radhiyallahu ‘anhu.” - Bilal: “اَلْخَلِيْفَةُ الرَّابِعَةُ أَمِيْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ سَيِّدُنَا عَلِيُّ بْنُ أَبِيْ طَالِبٍ”
Latin: “Al-Khalifatul Raabi’ah Amiirul Mukminiina Sayyidina Ali ibnu Abi Thalib.”
Jamaah: “Radhiyallahu ‘anhu.” - Bilal: “وَلِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ”
Latin: “Walhamdu Lillah Rabbil ‘Alamiin.”
Jamaah: “Aamiin.”
4. Sebelum Memulai Shalat Witir (Dua Rakaat Pertama)
Setelah jeda dan doa para khalifah, Bilal akan mengajak jamaah untuk memulai shalat Witir. Ini adalah dua rakaat pertama dari total tiga rakaat Witir.
- Bilal: “صَلُّوْا سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ”
Latin: “Shollu Sunnatan Witri Rak’ataini Jaami’atan Roohimakumullah.”
Arti: “Shalatlah kalian sunnah Witir dua rakaat berjamaah, semoga Allah merahmati kalian.” - Jamaah: “آَمِيْن”
Latin: “Aamiin.”
Arti: “Aamiin.”
5. Setelah Dua Rakaat Shalat Witir (Sebelum Rakaat Terakhir)
Setelah salam dari dua rakaat pertama Witir, Bilal kembali menyerukan pujian dan ajakan untuk rakaat terakhir. Ini menandai shalat Witir akan segera selesai.
- Bilal: “سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْمَعْبُوْدِ…” (Lafadz yang sama dengan setelah dua rakaat Tarawih)
Latin: “Subhanal Malikil Ma’bud…” - Jamaah: “آَمِيْن”
Latin: “Aamiin.” - Bilal: “صَلُّوْا سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ”
Latin: “Shollu Sunnatan Witri Rak’atan Jaami’atan Roohimakumullah.”
Arti: “Shalatlah kalian sunnah Witir satu rakaat berjamaah, semoga Allah merahmati kalian.” - Jamaah: “آَمِيْن”
Latin: “Aamiin.”
Makna dan Manfaat Memahami Bacaan Bilal
Setiap lafaz yang diucapkan Bilal dan dijawab jamaah memiliki makna mendalam berupa pujian kepada Allah, shalawat kepada Nabi, dan permohonan ampunan. Memahami arti bacaan tersebut akan meningkatkan kekhusyukan dan penghayatan dalam beribadah, karena kita tahu apa yang sedang diucapkan.
Ini membantu jamaah merasakan kedekatan yang lebih besar dengan Sang Pencipta dan Nabi Muhammad SAW, menjadikan ibadah Tarawih lebih bermakna.
Tips Penting untuk Seorang Bilal
Seorang Bilal disarankan untuk melafalkan setiap bacaan dengan jelas, intonasi yang tepat, dan volume yang memadai. Kejelasan suara dan ketepatan waktu akan sangat membantu jamaah mengikuti shalat dengan baik dan teratur.
Latihan rutin sebelum Ramadan dapat membantu Bilal tampil lebih percaya diri dan lancar, sehingga seluruh jamaah dapat beribadah dengan nyaman.
Dengan memahami bacaan bilal Tarawih 11 rakaat secara menyeluruh, kita dapat melaksanakan ibadah di bulan Ramadan dengan lebih sempurna dan penuh berkah. Semoga panduan ini bermanfaat bagi para Bilal dan seluruh umat Muslim yang melaksanakan shalat Tarawih.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa itu Shalat Tarawih?
Shalat Tarawih adalah shalat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan pada malam hari selama bulan suci Ramadan. Tujuannya adalah untuk mencari pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Mengapa ada format 11 rakaat untuk Shalat Tarawih?
Shalat Tarawih dapat dilaksanakan dengan berbagai jumlah rakaat, yang paling umum adalah 8 rakaat Tarawih ditambah 3 rakaat Witir (total 11 rakaat) atau 20 rakaat Tarawih ditambah 3 rakaat Witir (total 23 rakaat). Format 11 rakaat adalah salah satu praktik yang banyak diikuti berdasarkan sunnah Nabi Muhammad SAW.
Apa peran Bilal dalam Shalat Tarawih?
Bilal bertugas memandu jalannya shalat Tarawih dengan seruan dan doa di antara setiap dua atau empat rakaat. Peran ini membantu jamaah menjaga urutan rakaat, memberikan jeda untuk berzikir, dan menciptakan suasana ibadah yang teratur dan khusyuk.
Apakah jamaah wajib menjawab setiap seruan Bilal?
Menjawab seruan Bilal adalah sunnah yang dianjurkan untuk mengikuti ritme shalat berjamaah dan mendapatkan pahala. Meskipun tidak wajib secara mutlak, partisipasi jamaah dalam menjawab seruan sangat disarankan untuk kesempurnaan ibadah berjamaah.
Apa perbedaan antara Shalat Tarawih dan Shalat Witir?
Shalat Tarawih adalah shalat sunnah yang khusus dilakukan pada malam bulan Ramadan, sedangkan Shalat Witir adalah shalat sunnah muakkad (sangat dianjurkan) yang dilakukan sebagai penutup ibadah malam, bisa setelah Tarawih di bulan Ramadan atau setelah shalat malam lainnya di luar Ramadan. Witir selalu dilaksanakan dengan jumlah rakaat ganjil.
🎉 PROMO SARUNG ATLAS EKSKLUSIF DI ONLINE 🎉
Belanja lebih hemat dengan Diskon Menarik,
Gratis Ongkir & Bayar di Tempat (COD).
✔ Aman ✔ Praktis ✔ Terpercaya






