Shopsmart.co.id – Bulan Ramadan adalah momen istimewa bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di antara ibadah sunnah yang sangat dianjurkan pada bulan suci ini adalah sholat Tarawih dan sholat Witir. Kedua sholat ini memiliki keutamaan besar serta tata cara pelaksanaan yang perlu dipahami dengan baik.
Sholat Tarawih dikerjakan setelah sholat Isya pada malam-malam Ramadan, biasanya berjumlah 11 rakaat atau lebih. Anda dapat melaksanakan sholat sunnah ini secara berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah, memberikan fleksibilitas bagi setiap individu. Sementara itu, sholat Witir menjadi pelengkap dan penutup dari serangkaian ibadah malam.
Memahami Keutamaan Sholat Tarawih dan Witir
Sholat Tarawih memiliki keutamaan untuk menghapus dosa-dosa yang telah lalu bagi siapa saja yang melaksanakannya dengan iman dan penuh harapan akan pahala. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menghidupkan malam-malam Ramadan dengan ibadah, termasuk sholat Tarawih. Oleh karena itu, kesempatan ini patut dimanfaatkan sebaik mungkin.
Sholat Witir sendiri disebut sebagai penutup sholat malam, dan merupakan sholat yang sangat ditekankan oleh Nabi Muhammad SAW. Keberadaannya melengkapi rangkaian ibadah malam dan dianjurkan untuk tidak ditinggalkan. Melaksanakan kedua sholat ini akan mendatangkan pahala berlimpah serta keberkahan di bulan Ramadan.
Waktu Pelaksanaan dan Jumlah Rakaat
Sholat Tarawih dilaksanakan setelah sholat Isya hingga menjelang waktu Subuh di setiap malam bulan Ramadan. Umumnya, sholat ini dikerjakan sebanyak 8 atau 20 rakaat, diikuti dengan sholat Witir.
Sementara itu, sholat Witir selalu ganjil, bisa satu, tiga, lima, atau bahkan lebih, dan dikerjakan setelah Tarawih atau setelah sholat malam lainnya. Sholat Witir dapat dilakukan sebanyak 1 rakaat langsung atau 3 rakaat dengan 2 rakaat salam lalu dilanjutkan 1 rakaat salam, atau 3 rakaat langsung dengan satu salam di akhir.
Tata Cara Sholat Tarawih yang Benar
Melaksanakan sholat Tarawih memerlukan niat yang tulus dan mengikuti rukun sholat. Berikut adalah langkah-langkah tata cara sholat Tarawih yang umum dipraktikkan, baik secara berjamaah maupun sendiri:
1. Niat Sholat Tarawih
Niat adalah pondasi dari setiap ibadah, maka dari itu penting untuk mengucapkannya dengan benar. Untuk sholat Tarawih berjamaah sebagai makmum, niatnya adalah “Ushalli sunnatat Tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati makmuman lillahi ta’ala.” (Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala).
Jika sholat sendiri, niatnya adalah “Ushalli sunnatat Tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.” (Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala). Setelah niat, takbiratul ihram sebagai awal sholat.
2. Pelaksanaan Sholat Dua Rakaat
Setiap dua rakaat sholat Tarawih diawali dengan takbiratul ihram, kemudian membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek dari Al-Qur’an. Setelah itu, lakukan ruku, i’tidal, sujud dua kali, dan duduk di antara dua sujud seperti sholat fardhu.
Setelah selesai rakaat kedua, duduk tahiyat akhir dan akhiri dengan salam ke kanan dan ke kiri. Rangkaian dua rakaat ini diulang hingga mencapai jumlah rakaat yang diinginkan, seperti 8 atau 20 rakaat.
3. Doa Setelah Sholat Tarawih
Setelah menyelesaikan seluruh rakaat Tarawih, umat Muslim dianjurkan untuk membaca doa kamilin atau doa-doa lain yang baik. Doa ini berisi permohonan ampunan, rahmat, dan kebaikan di dunia maupun akhirat. Membaca doa bersama-sama setelah sholat berjamaah akan menambah kekhusyukan dan persatuan.
Tata Cara Sholat Witir sebagai Penutup
Sholat Witir adalah penutup sempurna untuk rangkaian ibadah malam Anda di bulan Ramadan. Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk melaksanakan sholat Witir:
1. Niat Sholat Witir
Untuk sholat Witir berjamaah sebagai makmum, niatnya adalah “Ushalli sunnatal Witri rak’atan/tsalatsa rak’atin mustaqbilal qiblati makmuman lillahi ta’ala.” (Saya niat sholat sunnah Witir satu/tiga rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala). Pilihlah sesuai jumlah rakaat yang akan dikerjakan.
Jika sholat sendiri, niatnya adalah “Ushalli sunnatal Witri rak’atan/tsalatsa rak’atin mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.” (Saya niat sholat sunnah Witir satu/tiga rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala). Penting untuk menyesuaikan jumlah rakaat dalam niat Anda.
2. Pelaksanaan Sholat Witir
Sholat Witir umumnya dilaksanakan dalam satu atau tiga rakaat, meskipun bisa lebih. Jika satu rakaat, langsung takbiratul ihram, Fatihah, surat pendek, ruku, sujud, dan salam.
Jika tiga rakaat, Anda bisa melaksanakannya dengan dua rakaat salam terlebih dahulu, lalu disambung satu rakaat salam. Atau, bisa juga langsung tiga rakaat dengan satu kali salam di akhir, mirip sholat Maghrib tetapi tanpa tasyahud awal.
3. Doa Qunut pada Sholat Witir
Dalam sholat Witir, khususnya pada pertengahan hingga akhir Ramadan, disunnahkan membaca doa Qunut pada rakaat terakhir setelah ruku. Doa Qunut adalah permohonan kepada Allah SWT untuk diberikan petunjuk, kesehatan, keberkahan, dan perlindungan. Ini adalah momen yang baik untuk berdoa dengan khusyuk.
Perbedaan dan Tips Melaksanakan Sholat Tarawih dan Witir
Perbedaan utama antara Tarawih dan Witir terletak pada jumlah rakaat dan posisinya dalam rangkaian sholat malam Ramadan. Tarawih adalah sholat sunnah khusus Ramadan yang bisa berjumlah genap (8, 20), sedangkan Witir adalah penutup ganjil yang bisa dilaksanakan kapan saja setelah Isya, namun sangat ditekankan di bulan Ramadan.
Untuk meningkatkan kekhusyukan, fokuslah pada niat dan makna setiap gerakan serta bacaan sholat. Jangan terburu-buru dan nikmati setiap momen ibadah Anda. Memahami tata cara sholat tarawih dan witir yang benar akan membantu Anda meraih pahala maksimal di bulan suci Ramadan.
🎉 PROMO SARUNG ATLAS EKSKLUSIF DI ONLINE 🎉
Belanja lebih hemat dengan Diskon Menarik,
Gratis Ongkir & Bayar di Tempat (COD).
🛒 DAPATKAN PROMONYA DI SINI
✔ Aman ✔ Praktis ✔ Terpercaya






