Shopsmart.co.id – Sholat Tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan selama bulan suci Ramadhan. Pelaksanaannya menjadi momen spesial untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus meraih keberkahan di malam-malam Ramadhan.
Meskipun seringkali identik dengan 23 rakaat, Sholat Tarawih juga bisa dikerjakan dalam 11 rakaat, yang terdiri dari 8 rakaat Tarawih dan 3 rakaat Witir. Pilihan jumlah rakaat ini didasarkan pada riwayat dan praktik dari sebagian sahabat, memberikan fleksibilitas bagi umat Muslim dalam beribadah sesuai kemampuan dan kondisi.
Memahami Keutamaan Sholat Tarawih 11 Rakaat
Sholat Tarawih memiliki keutamaan yang luar biasa, dijanjikan pahala berlimpah bagi yang melaksanakannya dengan keimanan dan harapan. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang sholat malam di bulan Ramadhan (Tarawih) dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
Jumlah rakaat 11 ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan yang sah dalam Islam, terutama merujuk pada praktik Rasulullah SAW yang seringkali tidak memanjangkan sholat malamnya secara berlebihan. Fleksibilitas ini menunjukkan kemudahan dalam beribadah, asalkan dilakukan dengan khusyuk dan sesuai tuntunan.
Niat Sholat Tarawih 11 Rakaat: Kunci Utama Ibadah
Setiap ibadah dimulai dengan niat yang tulus di dalam hati, menegaskan tujuan dan pengharapan kita kepada Allah SWT. Niat sholat Tarawih adalah pernyataan diri untuk melaksanakan sholat sunnah ini, memohon ridha dan pahala dari-Nya.
Penting untuk diingat bahwa niat diucapkan dalam hati, bukan dilafazkan secara keras. Pelafalan niat yang disunnahkan adalah sebagai pengingat atau penguat hati sebelum takbiratul ihram.
Bacaan Niat Sholat Tarawih Sendiri
Jika Anda melaksanakan sholat Tarawih secara munfarid (sendiri), niat yang dibaca adalah: “Ushallî sunnatat Tarâwîhi rak‘ataini mustaqbilal qiblati adâ’an lillâhi ta‘âlâ.”
Artinya: “Aku niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
Niat Sholat Tarawih Sebagai Makmum
Ketika Anda sholat Tarawih berjamaah sebagai makmum, niatnya sedikit berbeda: “Ushallî sunnatat Tarâwîhi rak‘ataini mustaqbilal qiblati adâ’an ma’mûman lillâhi ta‘âlâ.”
Artinya: “Aku niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Niat Sholat Tarawih Sebagai Imam
Bagi yang bertindak sebagai imam dalam sholat Tarawih berjamaah, niatnya adalah: “Ushallî sunnatat Tarâwîhi rak‘ataini mustaqbilal qiblati adâ’an imâman lillâhi ta‘âlâ.”
Artinya: “Aku niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”
Panduan Lengkap Tata Cara Sholat Tarawih 11 Rakaat
Sholat Tarawih 11 rakaat umumnya dilaksanakan dengan formasi 4 kali dua rakaat (total 8 rakaat Tarawih), dilanjutkan dengan 3 rakaat Sholat Witir. Setiap dua rakaat Tarawih dan tiga rakaat Witir memiliki salamnya sendiri, menjadikannya serangkaian sholat yang terpisah namun berkesinambungan.
Berikut adalah langkah-langkah detail pelaksanaan sholat Tarawih 11 rakaat secara runtut dan mudah diikuti.
1. Niat dan Takbiratul Ihram
Awali dengan membaca niat yang sesuai dalam hati, diikuti dengan takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan. Ucapkan “Allahu Akbar” dan letakkan tangan kanan di atas tangan kiri di dada, memulai sholat Anda.
Fokuskan pikiran Anda pada ibadah yang akan dilakukan, menjauhkan segala bentuk gangguan duniawi. Pastikan hati dan pikiran hadir sepenuhnya di hadapan Allah SWT.
2. Membaca Surat Al-Fatihah dan Surat Pendek
Setelah takbiratul ihram, bacalah doa iftitah (sunnah), kemudian lanjutkan dengan Surat Al-Fatihah secara lengkap dan fasih. Setelah Al-Fatihah, bacalah salah satu surat pendek dari Al-Qur’an, misalnya Al-Ikhlas, Al-Falaq, atau An-Nas.
Pada rakaat kedua, setelah membaca Al-Fatihah, disunnahkan membaca surat pendek yang berbeda dari rakaat pertama. Ini untuk menambah variasi dalam bacaan sholat Anda.
3. Gerakan Rukun Sholat
Lanjutkan sholat dengan gerakan rukun lainnya secara berurutan: rukuk dengan tuma’ninah, i’tidal, dua kali sujud, dan duduk di antara dua sujud. Setiap gerakan dilakukan dengan tenang dan khusyuk, memahami makna dari setiap bacaan.
Setelah selesai rakaat kedua, lakukan tahiyat akhir jika itu adalah akhir dari dua rakaat sholat Tarawih Anda. Setelah tahiyat akhir, ucapkan salam untuk mengakhiri dua rakaat sholat.
4. Pengulangan Hingga 8 Rakaat Tarawih
Ulangi tata cara dua rakaat di atas sebanyak empat kali, sehingga Anda menyelesaikan delapan rakaat Sholat Tarawih. Setiap dua rakaat diakhiri dengan salam, menciptakan jeda pendek antar sholat.
Jeda ini dapat dimanfaatkan untuk membaca dzikir ringan, sholawat, atau sekadar beristirahat sejenak sebelum memulai dua rakaat berikutnya. Keadaan yang tenang sangat membantu dalam menjaga kekhusyukan.
5. Melaksanakan Sholat Witir 3 Rakaat
Setelah menyelesaikan 8 rakaat Tarawih, lanjutkan dengan Sholat Witir sebanyak 3 rakaat. Sholat Witir adalah sholat penutup di malam hari dan disunnahkan ganjil, sehingga 3 rakaat adalah pilihan umum.
Witir 3 rakaat dapat dilakukan dengan dua cara: langsung 3 rakaat dengan satu salam di akhir, atau 2 rakaat salam kemudian dilanjutkan 1 rakaat salam. Cara yang paling umum adalah 2 rakaat salam dan 1 rakaat salam. Niatnya disesuaikan untuk Sholat Witir.
Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian sholat Tarawih dan Witir, disunnahkan untuk membaca doa-doa khusus. Doa ini menjadi penutup ibadah, memohon keberkahan dan pengampunan dari Allah SWT.
Salah satu doa yang sangat dianjurkan adalah Doa Kamilin, yang berisi permohonan kebaikan dunia dan akhirat. Doa ini dapat dibaca secara berjamaah dipimpin imam atau sendiri.
Bacaan Doa Kamilin
Berikut adalah bacaan Doa Kamilin yang umum dilafazkan setelah sholat Tarawih dan Witir:
“Allâhumma innâ nas’aluka îmânan dâ’iman, wa nas’aluka qalban khâsyi‘an, wa nas’aluka ‘ilman nâfi‘an, wa nas’aluka yaqînan shâdiqan, wa nas’aluka ‘amalan shâlihan, wa nas’aluka dînan qayyiman, wa nas’aluka khairan katsîran, wa nas’alukal ‘afwa wal ‘âfiyah, wa nas’aluka tamâmal ‘âfiyah, wa nas’alukasy syukra ‘alal ‘âfiyah, wa nas’alukal ghinâ ‘anin nâs. Allâhumma rabbanâ taqabbal minnâ shalâtanâ wa shiyâmanâ wa qiyâmanâ wa tilâwatanâ wa takhasysyu‘anâ wa tadharru‘anâ wa ta‘abbudanâ wa tammim taqshîranâ yâ Allâh yâ Rahmân yâ Rahîm. Washallallâhu ‘alâ khairi khalqih Muhammadin wa ‘alâ âlihi wa shahbihî ajma‘în. Walhamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.”
Artinya: “Ya Allah, kami memohon kepada-Mu iman yang langgeng, kami memohon kepada-Mu hati yang khusyuk, kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, kami memohon kepada-Mu keyakinan yang benar, kami memohon kepada-Mu amal yang saleh, kami memohon kepada-Mu agama yang lurus, kami memohon kepada-Mu kebaikan yang banyak, kami memohon kepada-Mu ampunan dan kesehatan, kami memohon kepada-Mu kesehatan yang sempurna, kami memohon kepada-Mu syukur atas kesehatan, kami memohon kepada-Mu kecukupan dari manusia. Ya Allah Tuhan kami, terimalah dari kami sholat kami, puasa kami, qiyam kami, bacaan Al-Qur’an kami, kekhusyukan kami, ketundukan kami, ibadah kami, dan sempurnakanlah kelalaian kami. Ya Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Semoga shalawat Allah tercurah kepada sebaik-baik makhluk-Nya, Nabi Muhammad, dan kepada keluarga serta sahabat-sahabatnya semuanya. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”
Tips Menjaga Kekhusyukan dalam Tarawih
Kekhusyukan adalah inti dari ibadah yang diterima, membuat sholat kita lebih bermakna di hadapan Allah SWT. Untuk mencapai kekhusyukan dalam Tarawih 11 rakaat, ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan.
Pertama, siapkan diri secara mental dan spiritual sebelum sholat, pastikan Anda memahami makna dari setiap bacaan dan gerakan. Kedua, pilih tempat sholat yang tenang dan minim gangguan, baik di masjid maupun di rumah.
Ketiga, jangan terburu-buru dalam melaksanakan setiap gerakan, berikan waktu untuk tuma’ninah (tenang sejenak) di setiap rukun. Keempat, fokuskan pandangan pada tempat sujud dan hindari pikiran yang melantur, kembalikan fokus pada ibadah setiap kali pikiran mulai berkelana.
Perbedaan Sholat Tarawih 11 Rakaat dan 23 Rakaat
Perdebatan mengenai jumlah rakaat Tarawih seringkali muncul, namun sejatinya keduanya memiliki dasar dalam ajaran Islam. Perbedaan utama terletak pada jumlah rakaat yang dikerjakan, di mana 11 rakaat (8 Tarawih + 3 Witir) atau 23 rakaat (20 Tarawih + 3 Witir) adalah pilihan yang diakui.
Tidak ada kewajiban mutlak untuk memilih salah satu, melainkan kebebasan bagi umat Muslim untuk memilih yang sesuai dengan kemampuan dan keyakinan mazhab yang diikuti. Yang terpenting adalah konsistensi dan kekhusyukan dalam beribadah, karena esensi Tarawih adalah menghidupkan malam Ramadhan dengan qiyamul lail.
Kesimpulan
Melaksanakan sholat Tarawih 11 rakaat adalah pilihan ibadah yang sah dan dianjurkan selama Ramadhan, memberikan kesempatan bagi setiap Muslim untuk meraih pahala dan ampunan. Dengan memahami niat, tata cara, dan doa-doanya, kita dapat menjalankan ibadah ini dengan sempurna.
Semoga panduan ini membantu Anda dalam menunaikan sholat Tarawih 11 rakaat dengan khusyuk dan penuh keberkahan. Selamat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Berapa rakaat sholat Tarawih yang paling umum dilakukan?
Sholat Tarawih paling umum dilakukan dalam dua jumlah rakaat, yaitu 11 rakaat (8 rakaat Tarawih dan 3 rakaat Witir) atau 23 rakaat (20 rakaat Tarawih dan 3 rakaat Witir). Keduanya memiliki dasar dalam sunnah Nabi Muhammad SAW dan praktik sahabat.
Apakah sholat Tarawih 11 rakaat sama dengan sholat Tarawih 8 rakaat?
Ya, sholat Tarawih 11 rakaat umumnya mengacu pada formasi 8 rakaat sholat Tarawih ditambah 3 rakaat sholat Witir sebagai penutup. Jadi, 8 rakaat adalah bagian dari total 11 rakaat.
Kapan waktu pelaksanaan sholat Tarawih?
Sholat Tarawih dilaksanakan setelah sholat Isya dan sebelum sholat Subuh selama bulan Ramadhan. Waktu terbaik adalah segera setelah sholat Isya berjamaah.
Apakah niat sholat Tarawih harus dilafazkan?
Niat sholat Tarawih diucapkan dalam hati, karena niat adalah pekerjaan hati. Pelafalan niat (ushalli…) adalah sunnah, berfungsi sebagai pengingat atau penguat hati sebelum takbiratul ihram.
Apa itu Sholat Witir dan mengapa selalu ganjil?
Sholat Witir adalah sholat sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) yang berfungsi sebagai penutup seluruh sholat malam. Witir berarti ganjil, dan disunnahkan untuk melaksanakannya dalam jumlah rakaat ganjil (1, 3, 5, dst.) sebagai penutup sholat malam, sesuai anjuran Rasulullah SAW.
🎉 PROMO SARUNG ATLAS EKSKLUSIF DI ONLINE 🎉
Belanja lebih hemat dengan Diskon Menarik,
Gratis Ongkir & Bayar di Tempat (COD).
✔ Aman ✔ Praktis ✔ Terpercaya






