Rakaat Tarawih: Panduan Lengkap Jumlah & Tata Cara Shalat

Shopsmart.co.id – Shalat Tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dinanti-nantikan kehadirannya setiap bulan suci Ramadhan. Ibadah khusus ini menjadi momen spiritual bagi umat Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT di malam-malam yang penuh berkah. Namun, seringkali muncul pertanyaan mengenai jumlah rakaat Tarawih yang harus dikerjakan serta tata cara pelaksanaannya yang benar.

Read More

Memahami berbagai pandangan dan dalil terkait jumlah rakaat shalat Tarawih sangatlah penting untuk menunaikan ibadah ini dengan keyakinan dan kekhusyukan. Artikel ini akan membahas secara komprehensif mengenai definisi, perbedaan jumlah rakaat, tata cara, hingga keutamaan Shalat Tarawih dan Witir. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman yang utuh dan membantu Anda melaksanakan ibadah ini dengan tenang.

Memahami Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan

Shalat Tarawih secara etimologi berasal dari kata ‘tarwihatun’ yang berarti istirahat sejenak atau santai setelah empat rakaat. Penamaan ini merujuk pada kebiasaan para sahabat Nabi yang beristirahat sejenak setelah setiap empat rakaat karena panjangnya bacaan dan durasi shalat.

Ibadah sunnah muakkadah ini hanya dilaksanakan pada malam hari selama bulan Ramadhan, dimulai setelah shalat Isya hingga menjelang waktu Subuh. Shalat Tarawih merupakan salah satu bentuk qiyamul lail (shalat malam) yang sangat dianjurkan, meskipun bukan merupakan kewajiban.

Perbedaan Jumlah Rakaat Shalat Tarawih: Mengapa Bervariasi?

Perdebatan mengenai jumlah rakaat shalat Tarawih seringkali menimbulkan kebingungan di kalangan umat Muslim. Faktanya, terdapat beberapa pendapat yang berbeda mengenai jumlah rakaat yang ideal, dan semuanya memiliki dasar dalilnya masing-masing. Perbedaan ini merupakan bentuk keluasan dalam syariat Islam yang patut dihormati.

Secara umum, jumlah rakaat Tarawih yang paling banyak dikenal dan diamalkan adalah 8 rakaat atau 20 rakaat, yang kemudian dilanjutkan dengan shalat Witir. Beberapa ulama juga menyarankan shalat sunah khas malam Ramadhan itu sebanyak 11 rakaat, yakni delapan rakaat Tarawih plus tiga rakaat Witir. Kedua pandangan ini memiliki dasar pijakan dari hadis dan praktik sahabat.

Pendapat Mengenai 8 Rakaat Tarawih

Pendapat yang menyatakan Shalat Tarawih berjumlah 8 rakaat didasarkan pada hadis Aisyah RA yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Hadis ini menjelaskan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah shalat lebih dari sebelas rakaat, baik di bulan Ramadhan maupun di bulan lainnya. Angka sebelas rakaat ini biasanya dibagi menjadi delapan rakaat Tarawih dan tiga rakaat Witir.

Praktik 8 rakaat Tarawih ini juga seringkali dikaitkan dengan shalat malam Rasulullah SAW yang tidak hanya dilaksanakan di bulan Ramadhan. Para pengikut mazhab Hanbali dan sebagian ulama lainnya cenderung mengamalkan jumlah rakaat ini. Fleksibilitas ini menunjukkan bahwa kualitas shalat lebih penting daripada kuantitas semata.

Pendapat Mengenai 20 Rakaat Tarawih

Sementara itu, pendapat yang menganjurkan 20 rakaat Tarawih lebih populer dan banyak diamalkan di Indonesia serta beberapa negara Muslim lainnya. Jumlah ini berlandaskan pada praktik yang dilakukan oleh para sahabat dan khalifah setelah wafatnya Rasulullah SAW, khususnya pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab. Saat itu, Khalifah Umar menyatukan umat Islam untuk shalat Tarawih berjamaah dengan 20 rakaat.

Keputusan Khalifah Umar ini didasari oleh kebutuhan untuk menjaga persatuan umat dan semangat ibadah di bulan Ramadhan. Praktik ini kemudian menjadi ijma’ (konsensus) para sahabat dan diikuti oleh mayoritas ulama dari mazhab Syafi’i, Hanafi, dan Maliki. Shalat Tarawih 20 rakaat biasanya dilanjutkan dengan shalat Witir 3 rakaat, sehingga total menjadi 23 rakaat.

Panduan Tata Cara Pelaksanaan Shalat Tarawih

Terlepas dari perbedaan jumlah rakaat, tata cara pelaksanaan Shalat Tarawih secara umum adalah sama dengan shalat sunnah lainnya. Perbedaannya terletak pada niat dan jumlah salam yang dilakukan selama shalat. Pelaksanaan shalat Tarawih biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid, namun juga sah jika dilakukan sendirian di rumah.

Mayoritas umat Islam melaksanakan shalat Tarawih dengan setiap dua rakaat salam, seperti yang banyak disarankan dan diamalkan. Ini berarti setelah dua rakaat selesai, kita mengucapkan salam dua kali (ke kanan dan ke kiri), lalu berdiri lagi untuk memulai dua rakaat berikutnya. Cara shalat itu adalah: tiap dua rakaat, salam, kemudian diikuti dengan dua rakaat salam lagi, dan seterusnya hingga mencapai jumlah rakaat yang diinginkan.

Niat Shalat Tarawih

Niat shalat Tarawih diucapkan dalam hati sebelum memulai takbiratul ihram. Jika shalat sendirian, niatnya adalah “Ushalli sunnatat Tarawih rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an lillahi ta’ala.” (Aku niat shalat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala).

Apabila berjamaah sebagai makmum, niatnya adalah “Ushalli sunnatat Tarawih rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an makmuman lillahi ta’ala.” (Aku niat shalat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah ta’ala). Sedangkan bagi imam, lafal niatnya adalah “Ushalli sunnatat Tarawih rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an imaman lillahi ta’ala.”.

Pelaksanaan Shalat 2 Rakaat per Salam

Setelah berniat, ikuti langkah-langkah shalat seperti biasa, dimulai dari takbiratul ihram. Baca surat Al-Fatihah dan surat pendek dalam setiap rakaat, lalu rukuk, iktidal, sujud dua kali, dan duduk di antara dua sujud. Pada rakaat kedua, setelah sujud kedua, langsung duduk tasyahhud akhir dan mengucapkan salam.

Proses ini diulang terus-menerus hingga mencapai jumlah rakaat Tarawih yang ingin dikerjakan. Contohnya, jika memilih 8 rakaat Tarawih, Anda akan melakukan empat kali shalat dua rakaat salam. Setelah itu, barulah dilanjutkan dengan shalat Witir sebagai penutup.

Pentingnya Shalat Witir sebagai Penutup

Shalat Witir adalah shalat sunnah yang hukumnya sangat ditekankan (sunnah muakkadah) dan berfungsi sebagai penutup dari shalat malam, termasuk Tarawih. Nama ‘Witir’ sendiri berarti ganjil, merujuk pada jumlah rakaatnya yang selalu ganjil, yaitu satu, tiga, lima, tujuh, sembilan, atau sebelas rakaat.

Sebagian besar ulama dan umat Muslim di Indonesia melaksanakan shalat Witir sebanyak tiga rakaat setelah Tarawih. Cara pelaksanaannya bisa dengan satu kali salam setelah tiga rakaat atau dua rakaat salam dan dilanjutkan satu rakaat salam. Shalat Witir ini memiliki keutamaan besar karena menjadi penutup amalan ibadah pada malam hari.

Keutamaan dan Manfaat Spiritual Tarawih

Melaksanakan Shalat Tarawih memiliki banyak keutamaan yang dijanjikan oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Ini adalah motivasi terbesar bagi umat Muslim untuk berbondong-bondong meramaikan masjid di malam Ramadhan.

Selain pengampunan dosa, Shalat Tarawih juga menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan, mempererat tali silaturahmi antar sesama Muslim, dan melatih kedisiplinan beribadah. Momen Ramadhan dengan Shalat Tarawih berjamaah juga menumbuhkan suasana kebersamaan dan kekhusyukan yang mendalam. Oleh karena itu, mari kita manfaatkan bulan suci ini untuk meraih rahmat dan ampunan-Nya.


Pertanyaan Umum (FAQ)

Berapa sebenarnya jumlah rakaat shalat Tarawih yang benar?

Tidak ada satu jumlah rakaat yang ‘paling benar’ karena Islam memberikan keluasan dalam ibadah ini. Pendapat yang paling umum adalah 8 rakaat atau 20 rakaat, yang kemudian dilanjutkan dengan shalat Witir (biasanya 3 rakaat). Keduanya memiliki dalil dan dasar praktik dari para sahabat serta Nabi Muhammad SAW.

Apakah shalat Witir wajib dilakukan setelah Tarawih?

Shalat Witir hukumnya sunnah muakkadah, artinya sangat dianjurkan dan ditekankan, namun tidak wajib. Dianjurkan untuk menjadikannya penutup shalat malam di bulan Ramadhan, meskipun jika tidak dilaksanakan, Shalat Tarawih Anda tetap sah.

Bolehkah shalat Tarawih sendirian di rumah?

Ya, shalat Tarawih boleh dan sah dilakukan sendirian di rumah. Meskipun sangat dianjurkan untuk berjamaah di masjid untuk mendapatkan keutamaan dan pahala yang lebih besar, namun jika ada halangan, shalat Tarawih secara individu tetap akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Apa hukumnya jika melewatkan shalat Tarawih?

Shalat Tarawih adalah ibadah sunnah, bukan wajib. Oleh karena itu, jika seseorang melewatkannya, ia tidak berdosa. Namun, ia akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pahala dan keutamaan besar yang dijanjikan bagi mereka yang melaksanakannya di bulan Ramadhan.

Bagaimana niat shalat Tarawih?

Niat shalat Tarawih diucapkan dalam hati. Jika shalat sendirian: “Ushalli sunnatat Tarawih rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an lillahi ta’ala.” Jika berjamaah sebagai makmum: “Ushalli sunnatat Tarawih rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an makmuman lillahi ta’ala.” Jika sebagai imam: “Ushalli sunnatat Tarawih rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an imaman lillahi ta’ala.”

🎉 PROMO SARUNG ATLAS EKSKLUSIF DI ONLINE 🎉

Belanja lebih hemat dengan Diskon Menarik,
Gratis Ongkir & Bayar di Tempat (COD).


🛒 DAPATKAN PROMONYA DI SINI

✔ Aman ✔ Praktis ✔ Terpercaya

Related posts