Jumlah Rakaat Shalat Tarawih: Panduan Lengkap & Tata Caranya

Shopsmart.co.id – Shalat Tarawih adalah salah satu ibadah sunah yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadan yang penuh berkah. Ibadah malam ini menjadi momen spiritual penting bagi umat Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Read More

Topik mengenai jumlah rakaat shalat Tarawih seringkali menjadi pertanyaan, mengingat adanya beberapa praktik yang berbeda di masyarakat. Artikel ini akan membahas secara komprehensif mengenai variasi rakaat, khususnya praktik 8 rakaat, beserta tata cara dan niatnya.

Memahami Kedudukan Shalat Tarawih dalam Islam

Shalat Tarawih merupakan shalat sunah muakkadah, artinya sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Pelaksanaannya dilakukan setiap malam setelah shalat Isya’ dan sebelum shalat Witir selama bulan Ramadan.

Nama “Tarawih” sendiri berasal dari kata ‘tarwihatun’ yang berarti istirahat, merujuk pada jeda istirahat di antara setiap empat rakaat. Ibadah ini adalah kesempatan emas untuk meraih pahala dan ampunan di bulan suci.

Variasi Jumlah Rakaat Shalat Tarawih: 8 atau 20?

Dalam praktiknya, terdapat dua pandangan utama mengenai jumlah rakaat shalat Tarawih yang populer di kalangan umat Muslim Indonesia. Sebagian besar mengamalkan 8 rakaat, sementara sebagian lainnya memilih 20 rakaat, keduanya ditutup dengan shalat Witir.

Kedua praktik ini memiliki dasar dan sandaran dari riwayat serta interpretasi ulama yang berbeda-beda. Penting untuk diingat bahwa intinya adalah kekhusyukan dan konsistensi dalam beribadah, bukan semata-mata kuantitas rakaat.

Tata Cara Shalat Tarawih 8 Rakaat dengan Salam

Praktik shalat Tarawih 8 rakaat merupakan salah satu pilihan yang banyak dianut, sebagaimana yang juga disebutkan dalam konteks tambahan bahwa shalat ini bisa dikerjakan 8 rakaat dengan 2 dan 4 kali salam. Pelaksanaan ini memungkinkan fleksibilitas bagi jamaah.

Jika Anda memilih untuk melaksanakan 8 rakaat dengan 2 kali salam, ini berarti Anda akan mengerjakan shalat Tarawih dua kali dengan masing-masing empat rakaat dan satu salam di akhirnya. Contohnya adalah 4 rakaat pertama kemudian salam, dilanjutkan 4 rakaat kedua lalu salam.

Metode ini umum dikenal sebagai 4 rakaat sekali salam, sehingga totalnya menjadi dua kali empat rakaat. Pastikan setiap gerakan dilakukan dengan tuma’ninah dan penuh penghayatan.

Alternatif lain adalah 8 rakaat dengan 4 kali salam, yang berarti Anda akan melaksanakan shalat Tarawih empat kali dengan masing-masing dua rakaat dan satu salam di akhirnya. Praktik ini lebih sering ditemukan di banyak masjid dan mushola.

Dalam skema 2 rakaat sekali salam, Anda akan melakukan total empat set shalat dua rakaat. Setiap dua rakaat diakhiri dengan salam, kemudian berdiri lagi untuk dua rakaat berikutnya hingga genap delapan rakaat.

Niat Shalat Tarawih: Pentingnya Kesungguhan Hati

Niat adalah fondasi setiap ibadah, dan dalam shalat Tarawih, niat harus ditetapkan sebelum takbiratul ihram. Penting bagi setiap muslim untuk memahami niat yang benar sesuai dengan posisinya sebagai imam, makmum, atau shalat sendirian.

Niat Shalat Tarawih sebagai Makmum:

Berikut adalah bacaan niat jika Anda menjadi makmum dalam shalat Tarawih: “Ushalli sunnatat Tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati makmuman lillahi ta’ala.” Artinya, “Aku niat shalat sunah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Niat Shalat Tarawih Sendirian (Munfarid):

Bagi yang ingin shalat Tarawih sendirian di rumah, niatnya sedikit berbeda: “Ushalli sunnatat Tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.” Artinya, “Aku niat shalat sunah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Shalat Witir: Penutup Ibadah Malam Ramadan

Setelah selesai melaksanakan shalat Tarawih, sangat dianjurkan untuk melanjutkannya dengan shalat Witir sebagai penutup rangkaian ibadah malam di bulan Ramadan. Shalat Witir adalah shalat sunah yang genap rakaatnya ganjil, umumnya 1 atau 3 rakaat.

Shalat Witir dapat dikerjakan dengan satu rakaat langsung, atau tiga rakaat dengan dua kali salam (2 rakaat + 1 rakaat). Penting untuk menutup ibadah malam dengan shalat Witir, karena ia memiliki keutamaan tersendiri.

Niat shalat Witir juga perlu diperhatikan: “Ushalli sunnatal witri rak’atan/tsalatsa raka’atin mustaqbilal qiblati (makmuman/imaman/lillahi ta’ala).” Artinya, “Aku niat shalat sunah Witir satu/tiga rakaat menghadap kiblat (sebagai makmum/imam/karena Allah Ta’ala).”

Keutamaan Mengerjakan Shalat Tarawih

Shalat Tarawih bukan hanya sekadar rutinitas ibadah, melainkan sebuah jalan untuk meraih keutamaan dan keberkahan yang melimpah dari Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda bahwa barang siapa yang shalat Tarawih karena iman dan mengharap pahala, dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

Selain pengampunan dosa, shalat Tarawih juga menjadi sarana untuk melatih kesabaran, meningkatkan kedisiplinan spiritual, dan mempererat ukhuwah Islamiyah saat berjamaah di masjid. Ini adalah waktu terbaik untuk memperbanyak doa dan munajat kepada Sang Pencipta.

Dengan memahami jumlah rakaat shalat Tarawih yang bervariasi serta tata cara pelaksanaannya, umat Muslim dapat beribadah dengan lebih khusyuk dan yakin. Baik 8 maupun 20 rakaat, esensi utama terletak pada keikhlasan dan konsistensi dalam meraih ridha Allah.

Semoga panduan ini dapat menjadi pegangan yang bermanfaat bagi Anda dalam menjalani ibadah shalat Tarawih di bulan Ramadan. Selamat menunaikan ibadah, semoga setiap langkah dan sujud kita diterima di sisi-Nya.


Pertanyaan Umum (FAQ)

Berapa rakaat shalat Tarawih yang umum dikerjakan?

Jumlah rakaat shalat Tarawih yang umum dikerjakan bervariasi, yaitu 8 rakaat atau 20 rakaat, dan keduanya sering ditutup dengan 3 rakaat shalat Witir. Kedua praktik ini memiliki dasar dan sah dalam syariat Islam.

Apakah boleh shalat Tarawih 8 rakaat?

Ya, sangat boleh. Melaksanakan shalat Tarawih 8 rakaat adalah salah satu praktik yang sah dan banyak dilakukan, berdasarkan riwayat dan interpretasi dari sebagian ulama. Anda bisa melakukannya dengan 2 atau 4 kali salam.

Bagaimana niat shalat Tarawih jika menjadi makmum?

Niat shalat Tarawih sebagai makmum adalah: “Ushalli sunnatat Tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati makmuman lillahi ta’ala.” Yang berarti: “Aku niat shalat sunah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Apa perbedaan shalat Tarawih 8 rakaat dengan 20 rakaat?

Perbedaan utamanya terletak pada jumlah rakaat yang dikerjakan. Shalat Tarawih 8 rakaat biasanya dilakukan 4 set shalat 2 rakaat (atau 2 set shalat 4 rakaat), sedangkan 20 rakaat dilakukan 10 set shalat 2 rakaat. Keduanya sah dan diterima.

Apakah shalat Tarawih harus dilakukan berjamaah di masjid?

Shalat Tarawih sangat dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah di masjid karena memiliki keutamaan lebih besar. Namun, jika tidak memungkinkan, shalat Tarawih juga sah jika dikerjakan sendirian (munfarid) di rumah.

🎉 PROMO SARUNG ATLAS EKSKLUSIF DI ONLINE 🎉

Belanja lebih hemat dengan Diskon Menarik,
Gratis Ongkir & Bayar di Tempat (COD).


🛒 DAPATKAN PROMONYA DI SINI

✔ Aman ✔ Praktis ✔ Terpercaya

Related posts