Panduan Lengkap Niat & Tata Cara Sholat Tarawih dan Witir 11 Rakaat

Shopsmart.co.id – Bulan suci Ramadhan adalah waktu yang penuh berkah, di mana umat Muslim berlomba-lomba meningkatkan ibadah mereka. Salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan pada malam-malam Ramadhan adalah sholat Tarawih dan Witir.

Read More

Panduan ini akan secara komprehensif menjelaskan tata cara dan niat sholat Tarawih dan Witir sebanyak 11 rakaat, agar Anda dapat melaksanakannya dengan benar dan khusyuk. Memahami setiap langkah dan niatnya adalah kunci untuk meraih pahala maksimal dari ibadah mulia ini.

Memahami Sholat Tarawih: Keutamaan dan Waktu Pelaksanaan

Sholat Tarawih adalah sholat sunnah muakkad, yaitu sangat dianjurkan, yang dilaksanakan khusus pada malam-malam bulan Ramadhan. Dinamai Tarawih karena adanya waktu istirahat (tarwihah) di antara setiap empat rakaat.

Ibadah ini memiliki keutamaan besar, di mana Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang menghidupkan malam Ramadhan dengan sholat karena iman dan mengharap pahala, dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Pelaksanaannya dimulai setelah sholat Isya dan berakhir sebelum masuk waktu sholat Subuh.

Jumlah Rakaat Sholat Tarawih: Fokus pada 11 Rakaat

Meskipun ada berbagai pendapat mengenai jumlah rakaat sholat Tarawih, praktik 11 rakaat adalah salah satu yang populer dan sering dilakukan. Jumlah ini mencakup delapan rakaat Tarawih dan tiga rakaat Witir sebagai penutupnya.

Formasi umum untuk 11 rakaat ini biasanya adalah empat kali dua rakaat sholat Tarawih diikuti dengan tiga rakaat sholat Witir. Ini adalah cara yang sederhana namun tetap meraih keutamaan sholat malam di bulan Ramadhan.

Niat Sholat Tarawih untuk Imam, Makmum, atau Sendiri

Niat adalah pondasi setiap ibadah dalam Islam, membedakan antara kebiasaan dan perbuatan bernilai pahala. Pastikan Anda melafalkan niat ini di dalam hati, meskipun melafalkannya secara lisan juga diperbolehkan untuk memantapkan.

Niat Sholat Tarawih sebagai Imam:
“أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى”
“Ushalli sunnatat Tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati imāman lillāhi ta’ālā.”
Artinya: “Aku niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

Niat Sholat Tarawih sebagai Makmum:
“أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى”
“Ushalli sunnatat Tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’mūman lillāhi ta’ālā.”
Artinya: “Aku niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Niat Sholat Tarawih Sendiri (Munfarid):
“أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى”
“Ushalli sunnatat Tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillāhi ta’ālā.”
Artinya: “Aku niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Pelaksanaan Sholat Tarawih 11 Rakaat

Sholat Tarawih 11 rakaat umumnya dilaksanakan dengan formasi 4-4-3, yaitu delapan rakaat Tarawih dan tiga rakaat Witir. Setiap dua rakaat sholat Tarawih diakhiri dengan salam, kemudian dilanjutkan dengan dua rakaat berikutnya.

Setelah melaksanakan empat kali dua rakaat (total delapan rakaat) sholat Tarawih, disunnahkan untuk beristirahat sejenak sambil berdzikir atau membaca doa, sebelum kemudian dilanjutkan dengan sholat Witir. Pastikan setiap gerakan dilakukan dengan tuma’ninah, yaitu tenang dan tidak terburu-buru.

Sholat Witir: Penutup Ibadah Malam Ramadhan

Sholat Witir adalah sholat sunnah yang sangat ditekankan, berfungsi sebagai penutup atau pengganjil sholat malam. Nama ‘Witir’ sendiri berarti ganjil, sesuai dengan jumlah rakaatnya yang selalu ganjil.

Sholat Witir merupakan penyempurna bagi sholat Tarawih atau sholat malam lainnya, dengan keutamaan yang besar untuk mengakhiri rangkaian ibadah di malam hari. Dianjurkan untuk tidak melewatkannya setelah Tarawih.

Niat Sholat Witir untuk Imam, Makmum, atau Sendiri

Sama seperti Tarawih, niat sholat Witir juga disesuaikan dengan posisi Anda saat sholat. Pilihlah niat yang tepat sesuai dengan apakah Anda sebagai imam, makmum, atau sholat sendiri.

Niat Sholat Witir 3 Rakaat sebagai Imam:
“أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى”
“Ushalli sunnatal Witri tsalâtsa raka’âtin mustaqbilal qiblati imāman lillāhi ta’ālā.”
Artinya: “Aku niat sholat sunnah Witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

Niat Sholat Witir 3 Rakaat sebagai Makmum:
“أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى”
“Ushalli sunnatal Witri tsalâtsa raka’âtin mustaqbilal qiblati ma’mūman lillāhi ta’ālā.”
Artinya: “Aku niat sholat sunnah Witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Niat Sholat Witir 3 Rakaat Sendiri (Munfarid):
“أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى”
“Ushalli sunnatal Witri tsalâtsa raka’âtin mustaqbilal qiblati lillāhi ta’ālā.”
Artinya: “Aku niat sholat sunnah Witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Pelaksanaan Sholat Witir 3 Rakaat

Ada dua cara yang umum dalam melaksanakan sholat Witir tiga rakaat. Cara pertama adalah dengan dua rakaat salam, dilanjutkan dengan satu rakaat salam.

Cara kedua adalah dengan langsung tiga rakaat dengan satu kali salam di akhir, mirip seperti sholat Maghrib tanpa tasyahud awal. Keduanya sah dan dapat dipilih sesuai kenyamanan Anda, namun disarankan untuk mengikuti kebiasaan yang ada di masjid atau komunitas Anda.

Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir

Setelah menyelesaikan rangkaian sholat Tarawih dan Witir, sangat dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan doa kepada Allah SWT. Ada beberapa bacaan dzikir dan doa yang populer setelah sholat Tarawih, seperti membaca sholawat, istighfar, dan doa kamilin.

Untuk sholat Witir, terdapat doa khusus yang dikenal dengan Doa Qunut Witir, yang dibaca pada rakaat terakhir setelah rukuk. Meskipun hukumnya sunnah, doa-doa ini sangat baik untuk dipanjatkan demi meraih keberkahan Ramadhan.

Fleksibilitas Pelaksanaan: Berjemaah atau Sendiri

Salah satu kemudahan dalam melaksanakan sholat Tarawih dan Witir adalah fleksibilitasnya. Ibadah ini dapat dilakukan secara berjemaah di masjid, musholla, atau bahkan di rumah bersama keluarga.

Bagi yang memiliki kendala untuk berjemaah, sholat Tarawih dan Witir juga sah dan berpahala jika dilaksanakan secara sendirian (munfarid) di rumah. Yang terpenting adalah konsistensi dalam melaksanakannya di setiap malam Ramadhan.

Dengan memahami niat dan tata cara sholat Tarawih serta Witir 11 rakaat secara lengkap, diharapkan ibadah kita di bulan Ramadhan semakin berkualitas. Semoga setiap langkah dan doa kita diterima oleh Allah SWT.

Mari manfaatkan setiap detik Ramadhan untuk mendekatkan diri kepada-Nya dan meraih ampunan serta ridha-Nya. Selamat menjalankan ibadah di bulan yang penuh keberkahan ini.


Pertanyaan Umum (FAQ)

Berapa jumlah rakaat sholat Tarawih dan Witir yang paling umum dilakukan?

Jumlah rakaat sholat Tarawih yang umum adalah 8 rakaat atau 20 rakaat, diikuti dengan sholat Witir 3 rakaat. Dalam panduan ini, kita fokus pada total 11 rakaat, yang berarti 8 rakaat Tarawih dan 3 rakaat Witir.

Apakah sholat Tarawih dan Witir harus selalu dilakukan berjemaah di masjid?

Tidak, sholat Tarawih dan Witir sangat dianjurkan untuk berjemaah karena keutamaannya, namun sah dan berpahala jika dilakukan secara sendirian di rumah. Fleksibilitas ini memudahkan umat Muslim untuk tetap beribadah meskipun tidak dapat ke masjid.

Kapan waktu terbaik untuk melaksanakan sholat Witir?

Sholat Witir dapat dilaksanakan setelah sholat Isya hingga sebelum masuk waktu Subuh. Waktu terbaik adalah menjadikannya sebagai penutup sholat malam, yaitu setelah sholat Tarawih atau sholat malam lainnya.

Apa perbedaan niat sholat Tarawih sebagai imam dan makmum?

Perbedaannya terletak pada lafal ‘imam’ atau ‘makmum’ yang ditambahkan setelah ‘mustaqbilal qiblati’ (menghadap kiblat) dalam niatnya. Misalnya, untuk imam ditambahkan ‘imāman’, sedangkan untuk makmum ditambahkan ‘ma’mūman’.

Apakah ada doa khusus yang dibaca setelah sholat Tarawih dan Witir?

Ya, setelah sholat Tarawih biasanya dibaca doa kamilin dan dzikir-dzikir lainnya. Setelah sholat Witir, khususnya pada rakaat terakhir, disunnahkan membaca Doa Qunut Witir setelah rukuk, meskipun hukumnya sunnah.

🎉 PROMO SARUNG ATLAS EKSKLUSIF DI ONLINE 🎉

Belanja lebih hemat dengan Diskon Menarik,
Gratis Ongkir & Bayar di Tempat (COD).


🛒 DAPATKAN PROMONYA DI SINI

✔ Aman ✔ Praktis ✔ Terpercaya

Related posts