Panduan Niat Sholat Tarawih 8 Rakaat Lengkap untuk Ramadan

Shopsmart.co.id – Pada bulan suci Ramadan, umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, antusias menyambut berbagai ibadah sunnah untuk meraih keberkahan. Salah satu ibadah yang sangat ditekankan adalah Sholat Tarawih, sebuah amalan qiyamul lail yang dilaksanakan setiap malam setelah Sholat Isya. Artikel ini akan membahas secara komprehensif mengenai niat dan tata cara Sholat Tarawih 8 rakaat, agar ibadah Anda semakin sempurna dan diterima Allah SWT.

Read More

Sholat Tarawih merupakan ibadah sunnah muakkadah, artinya sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW, yang pelaksanaannya menjadi ciri khas kemuliaan bulan Ramadan. Ibadah ini bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi juga kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah, memohon ampunan, dan melipatgandakan pahala. Dengan memahami niat dan tata caranya yang benar, setiap Muslim dapat mengoptimalkan kualitas ibadahnya.

Mengenal Sholat Tarawih: Ibadah Sunnah Penuh Berkah

Sholat Tarawih secara harfiah berarti sholat dengan istirahat, mengacu pada jeda antar rakaat yang biasa digunakan untuk berzikir atau berdoa. Ibadah ini dilaksanakan berjamaah di masjid atau secara mandiri di rumah, dimulai setelah Sholat Isya hingga menjelang waktu Subuh. Kehadiran Sholat Tarawih secara khusus menambah semarak suasana keagamaan di bulan penuh berkah ini dan merupakan kesempatan berharga untuk meraih ampunan dosa. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa yang melaksanakan qiyam Ramadan (Tarawih) dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Memahami Jumlah Rakaat Sholat Tarawih: Fokus pada 8 Rakaat

Diskusi mengenai jumlah rakaat Sholat Tarawih seringkali menjadi topik hangat di kalangan umat Islam, antara 8 atau 20 rakaat. Kedua pandangan ini memiliki dasar dalam sunnah Nabi SAW dan sama-sama sah untuk diamalkan. Dalam konteks panduan ini, kita akan fokus pada pelaksanaan Sholat Tarawih 8 rakaat, yang umumnya dilakukan dengan formasi empat kali salam (2 rakaat + 2 rakaat + 2 rakaat + 2 rakaat). Pemilihan jumlah rakaat ini bergantung pada keyakinan dan kemantapan hati setiap individu, dengan catatan bahwa kualitas ibadah lebih utama daripada kuantitas semata.

Urgensi Niat dalam Sholat Tarawih 8 Rakaat

Niat adalah pondasi utama dalam setiap ibadah, termasuk Sholat Tarawih, karena niatlah yang membedakan satu amalan dengan amalan lainnya dan menentukan sah atau tidaknya suatu ibadah di mata Allah. Tanpa niat yang benar, Sholat Tarawih hanyalah gerakan fisik tanpa makna ibadah. Penting untuk diingat bahwa niat bukanlah sekadar ucapan lisan, melainkan kehendak kuat di dalam hati untuk melaksanakan Sholat Tarawih karena Allah SWT, meskipun pelafalan niat secara lisan (talaffuz) juga dianjurkan sebagai penegasan.

Lafaz Niat Sholat Tarawih 8 Rakaat

Berikut adalah lafaz niat Sholat Tarawih yang bisa diamalkan, disesuaikan dengan posisi apakah Anda sholat sendiri (munfarid), sebagai imam, atau sebagai makmum. Niat ini diucapkan dalam hati atau dilafazkan saat memulai sholat, berlaku untuk setiap dua rakaat Sholat Tarawih yang Anda tunaikan.

Niat Sholat Tarawih Sendiri (Munfarid)

Arab: أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatat Tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Niat Sholat Tarawih Sebagai Imam

Arab: أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatat Tarawihi rak’ataini imaman mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat sebagai imam menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Niat Sholat Tarawih Sebagai Makmum

Arab: أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatat Tarawihi rak’ataini makmuman mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat sebagai makmum menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Pelaksanaan Sholat Tarawih 8 Rakaat

Sholat Tarawih 8 rakaat umumnya dilaksanakan dalam empat set dua rakaat, diakhiri dengan salam setiap dua rakaat, mirip dengan sholat sunnah dua rakaat lainnya. Penting untuk menjaga kekhusyukan dan thuma’ninah (ketenangan) selama sholat agar ibadah menjadi berkualitas.

Berikut adalah langkah-langkah detail tata cara Sholat Tarawih 8 rakaat:

  • 1. Niat dan Takbiratul Ihram: Berdiri tegak menghadap kiblat, niatkan sholat dalam hati sesuai posisi Anda, kemudian angkat kedua tangan setinggi telinga sambil mengucapkan “Allahu Akbar” dan sedekapkan tangan di dada.
  • 2. Membaca Al-Fatihah dan Surat Pendek: Bacalah doa iftitah (sunnah), kemudian Surat Al-Fatihah secara lengkap, dilanjutkan dengan salah satu surat pendek dari Al-Qur’an.
  • 3. Ruku’ dan I’tidal: Bungkukkan badan dengan punggung lurus sambil membaca bacaan ruku’ (Subhaana Rabbiyal ‘Azhim wa bihamdih, 3x), lalu bangkit kembali ke posisi berdiri tegak (i’tidal) sambil membaca “Sami’allahu liman hamidah” kemudian “Rabbana lakal hamdu”.
  • 4. Sujud Pertama dan Duduk Antara Dua Sujud: Turunkan badan ke posisi sujud dengan tujuh anggota badan menyentuh lantai dan membaca bacaan sujud (Subhaana Rabbiyal A’laa wa bihamdih, 3x), lalu angkat kepala dan duduklah sebentar di antara dua sujud sambil membaca bacaan (Rabbighfirli warhamni wajburni warfa’ni warzuqni wahdini wa ‘aafini wa ‘fu ‘anni).
  • 5. Sujud Kedua dan Berdiri untuk Rakaat Berikutnya: Lakukan sujud kedua dengan tata cara yang sama seperti sujud pertama, kemudian bangkit kembali untuk memulai rakaat kedua.
  • 6. Rakaat Kedua dan Tasyahud Akhir: Ulangi langkah 2 sampai 5 untuk rakaat kedua, dan setelah sujud kedua di rakaat kedua, duduklah untuk tasyahud akhir dan bacalah bacaan tasyahud akhir serta shalawat Nabi.
  • 7. Salam: Akhiri sholat dengan mengucapkan salam dua kali, pertama menoleh ke kanan lalu ke kiri, sambil membaca “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh”.

Ulangi seluruh rangkaian dua rakaat ini sebanyak empat kali untuk menyelesaikan total 8 rakaat Sholat Tarawih. Setelah itu, biasanya dilanjutkan dengan Sholat Witir sebagai penutup ibadah malam.

Doa dan Keutamaan Setelah Sholat Tarawih

Setelah menyelesaikan Sholat Tarawih dan Witir, sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa dan zikir sebagai bentuk syukur dan permohonan kepada Allah SWT. Salah satu doa yang populer adalah Doa Kamilin, yang berisi permohonan ampunan, rahmat, dan keberkahan. Melaksanakan Sholat Tarawih di bulan Ramadan memiliki banyak keutamaan luar biasa, seperti mendapatkan pengampunan dosa, memperkuat keimanan, dan membersihkan diri dari dosa-dosa kecil.

Selain pahala spiritual, Sholat Tarawih berjamaah juga mempererat tali silaturahmi antarumat Muslim di Indonesia, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat. Dengan memahami dan mengamalkan niat Sholat Tarawih 8 rakaat serta tata caranya dengan benar, diharapkan ibadah Anda di bulan Ramadan ini semakin berkualitas dan penuh berkah. Semoga Allah SWT menerima semua amal kebaikan kita dan mengampuni dosa-dosa kita. Amin.


Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah Sholat Tarawih 8 rakaat itu sah?

Ya, Sholat Tarawih 8 rakaat sah dan memiliki dasar dalam sunnah Nabi Muhammad SAW, sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah RA bahwa Nabi tidak pernah sholat melebihi 11 rakaat (termasuk witir) di bulan Ramadan maupun di luar Ramadan. Penting untuk melaksanakannya dengan khusyuk dan niat yang ikhlas.

Kapan waktu pelaksanaan Sholat Tarawih?

Sholat Tarawih dilaksanakan setelah Sholat Isya’ dan sebelum terbit fajar (waktu Subuh) selama bulan Ramadan. Waktu yang paling utama adalah setelah Sholat Isya dan sebelum tengah malam.

Apakah boleh melaksanakan Sholat Tarawih sendiri di rumah?

Ya, Sholat Tarawih boleh dilaksanakan secara mandiri (munfarid) di rumah. Meskipun afdalnya berjamaah di masjid karena ada keutamaan tersendiri, namun melaksanakannya sendiri tetap berpahala dan sah.

Apa bedanya niat Sholat Tarawih sebagai imam, makmum, dan munfarid?

Perbedaannya terletak pada penyebutan status dalam niat. Jika sholat sendiri (munfarid), tidak perlu menyebut imam atau makmum. Jika sebagai imam, niatnya ditambahi lafaz *imaman* (sebagai imam). Jika sebagai makmum, ditambahi lafaz *makmuman* (sebagai makmum). Intinya, niat di hati harus sesuai dengan posisi sholat.

Apakah doa setelah Sholat Tarawih wajib?

Tidak, membaca doa setelah Sholat Tarawih tidak wajib, namun sangat dianjurkan (sunnah). Doa tersebut merupakan kesempatan untuk memohon ampunan, rahmat, dan keberkahan dari Allah SWT setelah menyelesaikan ibadah.

Apakah Sholat Witir wajib setelah Tarawih?

Sholat Witir hukumnya sunnah muakkadah, artinya sangat dianjurkan, bukan wajib. Biasanya Sholat Witir menjadi penutup dari Sholat Tarawih dan amalan qiyamul lail lainnya di malam hari, untuk menjadikan sholat malam kita ganjil.

🎉 PROMO SARUNG ATLAS EKSKLUSIF DI ONLINE 🎉

Belanja lebih hemat dengan Diskon Menarik,
Gratis Ongkir & Bayar di Tempat (COD).


🛒 DAPATKAN PROMONYA DI SINI

✔ Aman ✔ Praktis ✔ Terpercaya

Related posts