Shopsmart.co.id – MENJELANG datangnya bulan suci Ramadan 2026, umat Muslim di Indonesia biasanya melakukan berbagai persiapan fisik dan spiritual, termasuk membersihkan diri secara menyeluruh. Salah satu tradisi yang sangat melekat dan sering dilakukan adalah keramas atau mandi besar sebelum memasuki bulan puasa.
Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritual penyambutan bulan suci yang penuh berkah. Praktik ini bukan hanya sekadar kebiasaan, melainkan juga memiliki makna mendalam yang berkaitan dengan kesucian dan kesiapan mental.
Tradisi Keramas di Nusantara
Di berbagai daerah di Indonesia, tradisi keramas sebelum puasa dikenal dengan beragam sebutan, seperti “padusan” di Jawa, “balimau” di Sumatra Barat, atau “mandi belimau kasai” di Riau. Meskipun namanya berbeda, esensi dari tradisi ini tetap sama, yaitu membersihkan diri dari hadas besar dan kecil.
Ritual ini seringkali dilakukan secara bersama-sama di tempat pemandian umum, sungai, atau mata air, menciptakan suasana kebersamaan dan kegembiraan dalam menyambut Ramadan. Masyarakat percaya bahwa dengan membersihkan raga, mereka juga sedang membersihkan jiwa untuk menyambut ibadah puasa yang akan datang.
Makna dan Filosofi Pembersihan Diri
Keramas sebelum puasa memiliki makna simbolis yang kuat sebagai bentuk penyucian diri dari segala kotoran lahir dan batin, menyambut bulan yang penuh kesucian. Persiapan fisik ini dianggap sebagai langkah awal untuk mempersiapkan mental dan spiritual dalam menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh.
Dengan tubuh yang bersih, diharapkan hati dan pikiran juga menjadi lebih jernih dan siap untuk fokus pada ibadah, tilawah Al-Quran, serta amal kebaikan lainnya. Tradisi ini mencerminkan kearifan lokal yang mengintegrasikan ajaran agama dengan budaya setempat, memperkaya khazanah keislaman di Indonesia.
Hukum Keramas Sebelum Puasa dalam Islam
Pertanyaan umum yang sering muncul adalah mengenai hukum keramas atau mandi besar sebelum puasa dalam pandangan syariat Islam. Secara eksplisit, tidak ada dalil khusus dari Al-Quran maupun hadis Nabi Muhammad SAW yang secara langsung memerintahkan umat Muslim untuk keramas wajib sebelum puasa Ramadan.
Meskipun demikian, kebersihan dalam Islam sangat ditekankan, dan mandi atau bersuci adalah bagian integral dari persiapan ibadah. Oleh karena itu, keramas sebelum puasa lebih tepat dipahami sebagai amalan sunnah atau mubah yang dianjurkan untuk menjaga kebersihan diri, bukan suatu kewajiban syar’i.
Pandangan Ulama dan Dalilnya
Para ulama mayoritas berpendapat bahwa mandi junub atau mandi besar hukumnya wajib jika seseorang dalam keadaan berhadas besar, seperti setelah berhubungan suami istri atau haid bagi wanita, agar sah menunaikan salat dan ibadah lainnya. Namun, mandi khusus untuk menyambut Ramadan tanpa adanya hadas besar tidak memiliki dasar wajib.
Walaupun demikian, anjuran menjaga kebersihan diri secara umum adalah bagian dari sunnah fitrah, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Kebersihan adalah sebagian dari iman.” Melakukan keramas atau mandi besar jelang puasa dapat dikategorikan sebagai tindakan kebersihan yang sangat dianjurkan dan berpahala.
Waktu dan Tata Cara Pelaksanaan
Tidak ada waktu spesifik yang ditentukan secara syar’i untuk melaksanakan keramas sebelum puasa, namun umumnya tradisi ini dilakukan pada sore hari atau malam terakhir sebelum Ramadan tiba. Beberapa masyarakat juga melakukannya pada malam Nisfu Sya’ban sebagai persiapan awal.
Tata cara keramas sebelum puasa tidak jauh berbeda dengan mandi wajib atau mandi janabah pada umumnya, yaitu diawali dengan niat dalam hati untuk menghilangkan hadas besar (jika ada) atau untuk membersihkan diri. Setelah niat, seluruh anggota tubuh harus dibasahi dengan air mengalir, termasuk sela-sela rambut hingga kulit kepala.
Niat yang dapat diucapkan adalah: “Nawaitul ghusla lirof’il hadatsil akbari fardhon lillahi ta’ala” (Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar, fardu karena Allah ta’ala). Jika hanya bertujuan membersihkan diri tanpa hadas besar, niatnya bisa berupa niat mandi biasa untuk kesegaran dan kebersihan.
Manfaat Menjaga Kebersihan Jelang Ramadan
Menjaga kebersihan diri sebelum Ramadan memiliki beragam manfaat, baik secara fisik maupun psikologis, yang mendukung kelancaran ibadah puasa. Secara fisik, tubuh yang bersih dan segar akan terasa lebih nyaman, mengurangi risiko bau badan, serta meningkatkan kepercayaan diri.
Secara psikologis, proses membersihkan diri dapat memberikan efek relaksasi dan menenangkan pikiran, mempersiapkan batin untuk memasuki fase spiritual yang intens. Keadaan bersih juga membantu menciptakan suasana hati yang lebih positif dan khusyuk saat beribadah, karena merasa telah melakukan persiapan terbaik.
Memahami Mitos dan Fakta Seputar Keramas Puasa
Beberapa mitos mungkin berkembang di masyarakat seputar keramas sebelum puasa, seperti anggapan bahwa tidak keramas akan membuat puasa tidak sah atau mengurangi pahala. Perlu ditegaskan bahwa ini adalah mitos, karena sahnya puasa tidak bergantung pada keramas, melainkan pada niat dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa.
Faktanya, keramas adalah amalan kebersihan yang sangat dianjurkan dalam Islam secara umum, dan menjadikannya kebiasaan baik sebelum puasa adalah bentuk penghormatan terhadap bulan suci. Ini adalah wujud kesadaran akan pentingnya kesucian lahir dan batin dalam setiap aspek kehidupan Muslim.
Integrasi dengan Persiapan Spiritual Lainnya
Tradisi keramas sebelum puasa hanyalah satu dari sekian banyak persiapan yang dilakukan umat Muslim menyambut Ramadan. Persiapan ini harus diimbangi dengan memperbanyak istigfar, membaca Al-Quran, mempererat silaturahmi, serta mempersiapkan mental untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Ramadan adalah kesempatan emas untuk bertaubat, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan melatih diri menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan persiapan yang komprehensif, baik fisik maupun spiritual, diharapkan umat Muslim dapat meraih berkah dan ampunan di bulan suci ini secara maksimal.
Dengan demikian, keramas sebelum puasa adalah tradisi baik yang sarat makna, meski bukan kewajiban syar’i, namun sangat dianjurkan sebagai bentuk penghormatan dan persiapan menyambut Ramadan. Mari jadikan momen ini sebagai awal dari peningkatan kualitas ibadah dan kebersihan diri secara menyeluruh.
🎉 PROMO SARUNG ATLAS EKSKLUSIF DI ONLINE 🎉
Belanja lebih hemat dengan Diskon Menarik,
Gratis Ongkir & Bayar di Tempat (COD).
🛒 DAPATKAN PROMONYA DI SINI
✔ Aman ✔ Praktis ✔ Terpercaya






