ShopSmart.co.id – Pelaksanaan Sholat Idul Adha merupakan salah satu momen penting dalam kalender Islam, yang ditandai dengan ibadah sholat sunnah muakkadah. Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa elemen spesifik yang membedakannya dari sholat fardhu maupun sholat sunnah lainnya, salah satunya adalah jumlah takbir. Pemahaman mengenai jumlah takbir sholat Idul Adha yang tepat adalah krusial bagi umat Muslim agar ibadah yang dijalankan sah dan sesuai dengan tuntunan syariat.
Artikel ini akan mengupas secara mendalam mengenai jumlah takbir dalam Sholat Idul Adha, beserta tata cara pelaksanaan dan hikmah di baliknya. Pemahaman ini diharapkan dapat memberikan panduan yang komprehensif bagi setiap Muslim dalam menjalankan ibadah ini dengan khusyuk dan benar. Melalui penjelasan yang terstruktur, diharapkan setiap pembaca dapat memperoleh pengetahuan yang memadai terkait aspek takbir dalam sholat yang penuh keberkahan ini.
Definisi dan Pentingnya Takbir dalam Sholat Idul Adha
Takbir, yaitu ungkapan “Allahu Akbar” (Allah Maha Besar), merupakan inti dari perayaan Idul Adha. Pengucapannya yang berulang-ulang dalam sholat Idul Adha memiliki makna pengagungan dan penegasan keesaan Allah SWT. Takbir tidak hanya dilakukan saat sholat, tetapi juga di kumandangkan sebelum dan sesudah sholat, bahkan sepanjang hari-hari tasyrik, sebagai ekspresi syukur dan kegembiraan menyambut hari raya.
Dalam konteks Sholat Idul Adha, jumlah takbir yang diucapkan memiliki perbedaan dengan sholat Idul Fitri, meskipun keduanya merupakan sholat dua rakaat. Perbedaan jumlah takbir ini didasarkan pada hadits-hadits Nabi Muhammad SAW yang menjadi pedoman utama dalam praktik ibadah umat Islam. Kepatuhan terhadap jumlah takbir yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah bentuk ketaatan dan penghormatan terhadap sunnah beliau.
Jumlah Takbir pada Sholat Idul Adha: Perbedaan Pendapat Ulama
Mayoritas ulama sepakat bahwa Sholat Idul Adha terdiri dari dua rakaat, sama seperti sholat pada umumnya. Namun, terdapat perbedaan pendapat mengenai jumlah takbir tambahan yang diucapkan selain takbiratul ihram (takbir pembuka sholat). Perbedaan ini berakar dari penafsiran yang berbeda terhadap beberapa hadits Nabi Muhammad SAW yang membahas tata cara pelaksanaan sholat Id.
Pendapat yang paling masyhur dan diamalkan oleh mayoritas umat Islam, khususnya di Indonesia, adalah bahwa pada rakaat pertama Sholat Idul Adha, setelah takbiratul ihram, diucapkan tujuh kali takbir tambahan. Sementara itu, pada rakaat kedua, setelah takbir bangkit dari rukuk (takbir intiqal), diucapkan lima kali takbir tambahan. Pendapat ini bersumber dari riwayat Imam Syafi’i dan banyak ulama lainnya.
Rincian Jumlah Takbir Menurut Pendapat Mayoritas
Untuk rakaat pertama, setelah niat dan takbiratul ihram, seorang makmum atau imam akan melanjutkan dengan membaca doa iftitah. Setelah itu, dilanjutkan dengan membaca takbir sebanyak tujuh kali. Di antara setiap takbir, dianjurkan untuk membaca puji-pujian kepada Allah atau shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, namun hal ini tidak wajib dan bersifat sunnah.
Sedangkan pada rakaat kedua, setelah selesai membaca surat Al-Fatihah dan surat pilihan lainnya, lalu melakukan rukuk, i’tidal (bangkit dari rukuk), dan sujud, makmum dan imam akan bangkit dari sujud untuk berdiri melanjutkan rakaat kedua. Sebelum membaca surat Al-Fatihah kembali, diucapkan lima kali takbir tambahan. Sama seperti pada rakaat pertama, di antara takbir-takbir ini dapat diselingi dengan bacaan tasbih atau shalawat.
Pendapat Alternatif Mengenai Jumlah Takbir
Selain pendapat mayoritas, terdapat pula pandangan lain dari sebagian ulama mengenai jumlah takbir. Beberapa ulama berpendapat bahwa jumlah takbir tambahan pada rakaat pertama adalah enam kali, sementara pada rakaat kedua adalah lima kali. Pendapat ini mengacu pada riwayat lain yang juga bersumber dari sahabat Nabi. Perbedaan ini menunjukkan adanya keluasan dalam praktik ibadah selama masih berpegang pada dalil yang shahih.
Ada pula pandangan yang menyebutkan bahwa jumlah takbir tambahan tidak perlu dihitung secara spesifik, yang terpenting adalah mengagungkan Allah dengan takbir. Namun, dalam kaidah fiqih, mengamalkan apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW melalui riwayat yang shahih adalah lebih utama. Oleh karena itu, mengacu pada pendapat mayoritas mengenai tujuh dan lima takbir tambahan merupakan pilihan yang paling aman dan luas diamalkan.
Tata Cara Pelaksanaan Sholat Idul Adha
Pelaksanaan Sholat Idul Adha dimulai dengan panggilan salat yang tidak menggunakan azan dan iqamah, melainkan seruan seperti “Assholatu Jami’ah” (Sholat Berjamaah). Setelah barisan shaf dirapikan, imam akan memulai sholat dengan takbiratul ihram seraya mengangkat kedua tangan. Makmum kemudian mengikuti dengan niat Sholat Idul Adha di dalam hati.
Setelah takbiratul ihram, imam akan melafalkan takbir tambahan sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama. Selama jeda antar takbir, dianjurkan untuk membaca zikir atau doa. Setelah takbir ketujuh, imam membaca surat Al-Fatihah, dilanjutkan dengan surat lainnya, seperti surat Al-A’la atau surat Al-Ghasyiyah. Selesai membaca surat, imam melanjutkan dengan rukuk, i’tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud, lalu berdiri untuk rakaat kedua.
Pelaksanaan Rakaat Kedua
Pada rakaat kedua, setelah imam bangkit dari rukuk dan sujud, ia akan berdiri dan membaca surat Al-Fatihah kembali. Setelah itu, dilanjutkan dengan membaca surat lainnya, seperti surat Al-Baqarah atau surat Al-Qamar. Berbeda dengan rakaat pertama, pada rakaat kedua ini, imam akan melafalkan takbir tambahan sebanyak lima kali sebelum melakukan rukuk.
Setelah takbir kelima, imam melanjutkan dengan rukuk, i’tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud. Setelah itu, imam akan membaca tasyahud akhir dan diakhiri dengan salam dua kali, menoleh ke kanan dan ke kiri. Selesai salam, jamaah disunnahkan untuk mendengarkan khutbah Idul Adha yang disampaikan oleh khatib.
Khutbah Idul Adha dan Tradisi Takbiran
Usai melaksanakan Sholat Idul Adha, khatib akan naik mimbar untuk menyampaikan dua khutbah. Khutbah pertama biasanya berisi ajakan untuk senantiasa bertakwa kepada Allah SWT, penjelasan mengenai makna Idul Adha, serta kisah Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Khutbah kedua akan dilanjutkan dengan doa dan nasihat.
Selain sholat dan khutbah, tradisi mengumandangkan takbir juga menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idul Adha. Takbiran dimulai sejak malam hari sebelum Sholat Idul Adha dan terus dilantunkan hingga hari tasyrik. Gema takbir ini merupakan ungkapan rasa syukur dan kegembiraan atas nikmat dan rahmat Allah SWT. Di berbagai wilayah di Indonesia, seperti di provinsi **Indonesia**, tradisi takbiran seringkali diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan dan kebudayaan yang semarak.
Hikmah di Balik Jumlah Takbir Sholat Idul Adha
Jumlah takbir yang spesifik dalam Sholat Idul Adha memiliki makna simbolis yang mendalam. Angka tujuh pada rakaat pertama dan lima pada rakaat kedua dapat diinterpretasikan sebagai penegasan bahwa segala sesuatu yang terkait dengan ibadah hanya bisa terjadi atas izin dan kebesaran Allah SWT. Takbir menjadi pengingat konstan bahwa kekuasaan tertinggi hanya milik-Nya.
Selain itu, pengulangan takbir juga berfungsi untuk membangun kekhusyukan dan konsentrasi dalam sholat. Di tengah kesibukan duniawi, momen-momen seperti Sholat Idul Adha menjadi sarana untuk kembali memfokuskan hati dan pikiran kepada Sang Pencipta. Setiap lafal takbir yang terucap diharapkan dapat menumbuhkan rasa rendah diri dan ketergantungan mutlak hanya kepada Allah SWT, yang merupakan esensi dari keimanan.
Kesimpulan
Pemahaman mengenai jumlah takbir sholat Idul Adha, yang mayoritas menganut tujuh takbir pada rakaat pertama dan lima takbir pada rakaat kedua, adalah elemen penting dalam menjalankan ibadah ini. Dengan mengacu pada sunnah Nabi Muhammad SAW dan pendapat para ulama, umat Muslim dapat melaksanakan sholat dengan tata cara yang benar dan penuh kekhusyukan. Jumlah takbir tersebut tidak hanya sekadar bilangan, melainkan sarana untuk mengagungkan Allah SWT dan meneguhkan keimanan.
Melalui penelaahan terhadap makna dan tata cara pelaksanaan Sholat Idul Adha, diharapkan setiap individu Muslim semakin termotivasi untuk senantiasa mempelajari dan mengamalkan ajaran agama Islam dengan sebaik-baiknya. Ibadah yang dilaksanakan dengan ilmu dan niat yang ikhlas akan mendatangkan keberkahan dan ridha Allah SWT. Semoga artikel ini memberikan manfaat dan menjadi panduan yang berharga bagi seluruh umat dalam menyambut dan melaksanakan Hari Raya Idul Adha.
Mayoritas ulama berpendapat bahwa pada rakaat pertama Sholat Idul Adha terdapat tujuh takbir tambahan setelah takbiratul ihram, dan pada rakaat kedua terdapat lima takbir tambahan setelah bangkit dari rukuk (sebelum membaca Al-Fatihah).
Tidak, jumlah takbir tambahan pada Sholat Idul Adha berbeda dengan Sholat Idul Fitri. Pada Sholat Idul Fitri, umumnya hanya terdapat lima takbir tambahan pada rakaat pertama dan lima takbir tambahan pada rakaat kedua (setelah bangkit dari rukuk).
Di antara takbir-takbir tambahan tersebut, dianjurkan untuk membaca pujian kepada Allah SWT, seperti ‘Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallahu wallahu akbar’ atau shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Namun, bacaan ini bersifat sunnah dan tidak wajib.
Jika lupa menghitung jumlah takbir tambahan, seorang makmum dapat mengikuti imam. Jika dilaksanakan sendiri dan lupa, maka sholat tetap sah, namun keutamaannya berkurang. Dianjurkan untuk berusaha mengingat atau mengikuti pendapat yang paling ringan terkait jumlah takbir jika memang kesulitan.
Tidak, takbiratul ihram adalah takbir pembuka sholat yang wajib dilakukan sebelum memulai rangkaian sholat. Jumlah takbir tambahan yang dibahas adalah takbir yang diucapkan setelah takbiratul ihram pada rakaat pertama dan setelah bangkit dari rukuk pada rakaat kedua.
Tanya Jawab Seputar Jumlah Takbir Sholat Idul Adha
Berapa jumlah takbir pada Sholat Idul Adha?
Apakah jumlah takbir Sholat Idul Adha sama dengan Sholat Idul Fitri?
Apa yang dibaca di antara takbir-takbir tambahan tersebut?
Bagaimana jika lupa menghitung jumlah takbir?
Apakah takbiratul ihram termasuk dalam hitungan takbir tambahan?
Dapatkan Harga Promo Sekarang!
Beli produk original langsung dari Blibli Official Store Resmi.
Jangan sampai kelewatan promo terbaik hari ini.
🛒 Dapatkan Harga Promo di Blibli
Klik tombol di atas untuk cek harga promo terbaru.






