Shopsmart.co.id – Puasa adalah ibadah yang penuh berkah, diakhiri dengan momen berbuka puasa yang sangat dinanti setiap hari. Momen ini bukan hanya sekadar mengakhiri menahan diri, tetapi juga waktu istimewa untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT.
Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah memberikan panduan spesifik mengenai doa berbuka puasa. Panduan ini dirumuskan berdasarkan dalil-dalil kuat dari sunnah Nabi Muhammad SAW.
Dasar Pandangan Muhammadiyah tentang Doa Berbuka Puasa
Muhammadiyah sebagai organisasi Islam besar, senantiasa mendasarkan seluruh praktik ibadahnya pada Al-Quran dan As-Sunnah yang shahih. Prinsip ini diterapkan secara konsisten, termasuk dalam penentuan doa-doa harian. Khusus untuk doa berbuka puasa, Majelis Tarjih menganjurkan satu doa yang memiliki landasan hadis yang kuat dan jelas.
Anjuran ini bertujuan membimbing umat agar beribadah sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW secara otentik. Dengan begitu, setiap amalan yang dilakukan diharapkan dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Lafal Doa Buka Puasa Anjuran Muhammadiyah
Doa yang dianjurkan Muhammadiyah memiliki lafal yang ringkas namun sarat makna. Doa ini merupakan ekspresi rasa syukur setelah menyelesaikan ibadah puasa dan harapan besar akan pahala dari Allah SWT.
Berikut adalah lafal doa yang dimaksud, lengkap dengan tulisan Arab, transliterasi Latin, dan terjemahannya:
ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Transliterasi Latin: “Dzahaba-zh Zama’u, Wabtal-latil ‘Uruqu, wa Tsabatal Ajru, Insya Allah.”
Terjemahan: “Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, dan telah tetaplah pahala, insya Allah.”
Dalil dan Landasan Hadis Doa Berbuka Puasa
Anjuran doa ini tidak muncul tanpa dasar, melainkan bersandar pada hadis Nabi Muhammad SAW yang shahih. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Abu Daud, salah satu perawi hadis terkemuka dan terpercaya dalam tradisi Islam.
Keterangan dari hadis ini memberikan kekuatan argumentasi yang tak terbantahkan bagi rekomendasi Majelis Tarjih Muhammadiyah. Hadis tersebut berbunyi: Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila berbuka puasa beliau mengucapkan: ‘Dzahaba-zh Zama’u, Wabtal-latil ‘Uruqu, wa Tsabatal Ajru, Insya Allah’.”
Hadis ini dihukumi hasan oleh beberapa ulama, yang menunjukkan derajat keotentikannya. Keabsahan hadis inilah yang menjadi pijakan utama Muhammadiyah dalam menetapkan doa berbuka puasa yang dianjurkan kepada umatnya.
Makna Filosofis dan Spiritual Doa Berbuka
Setiap frasa dalam doa ini menyimpan makna yang mendalam dan relevan dengan pengalaman berpuasa. Ungkapan “Telah hilanglah dahaga” merefleksikan kondisi fisik yang paling kentara selama menahan puasa seharian penuh. Ini adalah pengakuan atas kelegaan dan rasa syukur setelah merasakan haus yang teramat.
Kemudian, “telah basahlah kerongkongan” melengkapi makna hilangnya dahaga, menandai kembalinya kondisi normal tubuh setelah berpuasa. Puncak doa ini adalah “dan telah tetaplah pahala, insya Allah”, sebuah harapan tulus akan diterimanya ibadah puasa serta janji pahala dari Allah SWT. Bagian terakhir ini menegaskan pentingnya tawakal serta harapan yang besar kepada rahmat dan karunia Ilahi.
Waktu Terbaik untuk Membaca Doa Berbuka
Meskipun doa berbuka puasa memiliki keutamaan besar, penting juga untuk memahami kapan waktu yang paling tepat untuk membacanya. Mayoritas ulama, termasuk yang diikuti Muhammadiyah, berpendapat bahwa doa ini dibaca setelah seseorang membatalkan puasanya. Artinya, setelah meneguk air atau menyantap takjil, barulah doa ini diucapkan.
Pandangan ini didasarkan pada makna doa itu sendiri yang mengkonfirmasi telah hilangnya dahaga dan basahnya kerongkongan secara fisik. Namun, ada pula pandangan yang membolehkan berdoa sesaat sebelum berbuka, mengingat waktu tersebut sering dianggap sebagai salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Meski demikian, doa khusus yang diriwayatkan dari Nabi ini lebih tepat dibaca setelah pembatalan puasa secara fisik.
Perbandingan dengan Doa Berbuka Lainnya
Di kalangan masyarakat Muslim, sering dijumpai variasi doa berbuka puasa yang lain, seperti “Allahumma Lakasumtu Wabika Amantu…” Doa ini juga populer dan banyak diamalkan, dengan riwayat hadis yang berbeda.
Majelis Tarjih Muhammadiyah cenderung mengutamakan doa “Dzahaba-zh Zama’u…” karena dianggap memiliki landasan hadis yang lebih kuat dan spesifik mengenai momen berbuka puasa. Pemilihan ini bukan berarti doa lainnya salah atau tidak dianjurkan, melainkan sebuah preferensi berdasarkan metodologi tarjih. Prinsip ini mendorong umat untuk fokus pada sunnah yang paling jelas dan langsung dituntunkan oleh Nabi, tanpa mengurangi nilai kebaikan dari doa-doa lain yang bermakna baik.
Pentingnya Menghayati Makna Doa dalam Beribadah
Membaca doa tidak sekadar melafalkan rangkaian kata-kata, melainkan harus disertai dengan penghayatan makna yang mendalam. Ketika membaca doa “Dzahaba-zh Zama’u…”, seorang Muslim diingatkan akan tujuan dan balasan dari puasanya. Penghayatan ini akan meningkatkan kualitas ibadah serta menguatkan keimanan di hati.
Dengan memahami setiap frasa, seseorang dapat merasakan koneksi spiritual yang lebih kuat dengan Allah SWT. Ini juga menjadi pengingat bahwa setiap kesulitan dalam berpuasa memiliki balasan besar di sisi-Nya. Melalui penghayatan, doa bertransformasi dari sekadar ritual menjadi komunikasi personal yang tulus dengan Sang Pencipta.
Kesimpulan
Momen berbuka puasa merupakan puncak dari ibadah harian seorang muslim selama Ramadhan, sebuah waktu yang penuh berkah dan kesempatan emas untuk berdoa. Muhammadiyah, melalui Majelis Tarjih dan Tajdidnya, telah memberikan panduan yang jelas mengenai doa berbuka puasa yang sesuai dengan sunnah Nabi. Doa “Dzahaba-zh Zama’u, Wabtal-latil ‘Uruqu, wa Tsabatal Ajru, Insya Allah” adalah pilihan yang sangat dianjurkan.
Dengan memahami dalil, makna, serta waktu terbaik pengucapannya, umat Islam dapat menjalankan ibadah berbuka puasa dengan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan. Ini adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, seraya berharap puasa kita diterima dan diganjar dengan pahala yang berlimpah. Semoga setiap Muslim dapat mengamalkan doa ini dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa doa buka puasa yang dianjurkan Muhammadiyah?
Doa buka puasa yang dianjurkan oleh Muhammadiyah adalah: “Dzahaba-zh Zama’u, Wabtal-latil ‘Uruqu, wa Tsabatal Ajru, Insya Allah” (ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ). Doa ini berarti: “Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, dan telah tetaplah pahala, insya Allah.”
Mengapa Muhammadiyah menganjurkan doa tersebut?
Muhammadiyah menganjurkan doa ini karena memiliki landasan yang kuat dan jelas dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Doa ini diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan dihukumi hasan oleh ulama, menunjukkan keotentikannya sebagai tuntunan dari Nabi.
Apakah ada doa buka puasa lain yang boleh dibaca?
Meskipun Muhammadiyah mengutamakan doa “Dzahaba-zh Zama’u…”, doa lain seperti “Allahumma Lakasumtu Wabika Amantu…” juga sering diamalkan dan memiliki makna yang baik. Pemilihan Muhammadiyah didasarkan pada metodologi tarjih untuk memilih dalil yang dianggap paling kuat dan spesifik.
Kapan waktu yang tepat membaca doa buka puasa?
Menurut pandangan yang dianut Muhammadiyah dan mayoritas ulama, doa ini dibaca setelah seseorang membatalkan puasanya secara fisik, yaitu setelah meneguk air atau menyantap takjil. Hal ini sesuai dengan makna doa yang mengkonfirmasi hilangnya dahaga dan basahnya kerongkongan.
Apa makna filosofis dari doa buka puasa Muhammadiyah?
Makna filosofis doa ini sangat dalam: “Dzahaba-zh Zama’u” (hilangnya dahaga) menggambarkan kelegaan fisik; “Wabtal-latil ‘Uruqu” (basahnya kerongkongan) menandai pemulihan tubuh; dan “wa Tsabatal Ajru, Insya Allah” (tetapnya pahala) adalah puncak harapan dan tawakal akan penerimaan ibadah oleh Allah SWT. Ini adalah ekspresi syukur, pengakuan akan keterbatasan diri, dan harapan akan karunia Ilahi.
🎉 PROMO SARUNG ATLAS EKSKLUSIF DI ONLINE 🎉
Belanja lebih hemat dengan Diskon Menarik,
Gratis Ongkir & Bayar di Tempat (COD).
✔ Aman ✔ Praktis ✔ Terpercaya






